Rusunawa Wonocolo Sidoarjo kembali ditempati penghuni usai disterilisasi polisi

Rusunawa Wonocolo Sidoarjo kembali ditempati penghuni usai disterilisasi polisi. Penghuni rusunawa di Blok B itu diperbolehkan pihak kepolisian menempati kembali rusunawa di Blok B, sejak Senin (14/5) malam. Polisi memastikan kondisi rusun aman.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rusunawa Wonocolo Sidoarjo kembali ditempati penghuni usai disterilisasi polisi
Rusunawa Wonocolo Sidoarjo. ©2018 Merdeka.com/Nanang Ichwan

Tim Jihandak Gegana Polda Jatim selesai melakukan sterilisasi di Blok B rusunawa Wonocolo, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Penghuni rusun pun kembali diizinkan menempati rusun ditempatinya.

"Alhamdulillah penghuni rusun sudah bisa menempati rusun dan beraktivitas kembali," kata Kepala UPT Rusunawa Wonocolo Sidoarjo Budiharto, ketika dihubungi merdeka.com, Selasa (15/5).‎

Budi mengatakan, penghuni rusunawa di Blok B itu diperbolehkan pihak kepolisian menempati kembali rusunawa di Blok B, sejak Senin (14/5) malam. Polisi memastikan kondisi rusun aman.

"Sekitar jam 10 malam penghuni langsung menempati rusun. Kondisi sudah aman mas, semua garis polisi sudah tidak ada lagi," ungkapnya.

Meski sudah diperbolehkan menempati kembali, warga penghuni rusun sedikit trauma atas kejadian ledakan bom di Rusunawa Lantai 5, Blok B, nomor 2 yang dihuni terduga teroris Anton Ferdiantono, beserta keluarganya itu.

"Kalau trauma ada ya mas, namanya kejadian seperti itu (bom meledak), namun kami tetap senang karena kondisi sudah kembali normal. Semua penghuni bisa menempati rusun kembali," kata Pungky Yamuarto, Ketua RT Blok B.

Seperti diketahui, Minggu (13/5) malam, bom meledak di rusunawa kawasan Wonocolo, Sidoarjo. Tiga orang yang diduga pelaku tewas yaitu Anton (47) beserta istrinya, Puspita Sari (47), dan anak pertamanya, LAR (17).

Anton awalnya hendak bunuh diri. Namun, ditembak mati sebelum berhasil meledakkan bom. Saat itu, Anton tengah menggenggam switcher untuk meledakkan bom.

Pada ledakan pertama, anak dan istri Anton tewas sehingga korban tewas di rusunawa tersebut menjadi tiga orang. Sementara itu, dua anak Anton menjadi korban luka-luka dan kini tengah dirawati di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Rekomendasi