Wakapolri pastikan kasus bocah tewas di acara pembagian sembako tetap dilanjutkan

Wakapolri pastikan kasus bocah tewas di acara pembagian sembako tetap dilanjutkan. Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan kasus kematian dua bocah saat pembagian sembako di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Wakapolri pastikan kasus bocah tewas di acara pembagian sembako tetap dilanjutkan
Wakapolri Komjen Pol Syafruddin. ©2018 Merdeka.com

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan kasus kematian dua bocah saat pembagian sembako di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Syafruddin memastikan melanjutkan pengusutan kasus tersebut kendati salah satu orang tua bocah telah mencabut laporannya.

"Dilanjut terus, prosesnya sedang berjalan," kata Syafruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (8/5).

Syafruddin mengatakan, sejumlah saksi terkait tewasnya kedua bocah berinisial MJ (12) dan MRS (10) telah dilakukan. Keduanya meninggal diduga usai mengantri pembagian sembako dalam acara 'Untukmu Indonesia' pada Sabtu (28/4) apri lalu, di lapangan silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

"Sekarang sudah memeriksa saksi-saksi," kata ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2004 silam ini.

Ketua Kontingen atau Chief de Mission (CdM) Indonesia ini pun menegaskan, anak buahnya tetap memproses kasus tersebut. Meskipun pihak pelapor sudah mencabut laporan pada Sabtu (5/5) yang sebelumnya telah dibuat pada Rabu (2/5) lalu.

"Walaupun itu dicabut (laporannya), tapi tetap jalan terus (kasusnya)," tandasnya.

Sebelumnya, Komariyah, ibu MRS bocah yang meninggal ketika pembagian sembako di Monas, melakukan pencabutan laporan atas kasus ini. Melalui Kuasa Hukumnya, Irfan Iskandar, surat pencabutan dilayangkan ke Polda Metro Jaya, Sabtu (5/5) malam.

Irfan mengatakan, alasan keluarga melakukan pencabutan karena sudah menerima takdir anaknya meninggal. Serta ada perdamaian yang dilakukan dengan pihak panitia.

"Itu juga (berdamai), tapi yang paling prinsip karena mereka sudah merasa itu ketentuan Tuhan bahwa umur manusia Tuhan yang tentukan," ujar Irfan ketika dikonfirmasi, Minggu (6/5).

Irfan menampik bahwa dalam kesepakatan berdamai, pihak panitia memberikan sejumlah uang. Dia menegaskan, bahwa keluarga hanya telah menerima ditinggalkan oleh anaknya.

Seperti diketahui, Forum Untukmu Indonesia telah mengadakan kegiatan pembagian sembako yang dilakukan di lapangan silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4). Dalam acara tersebut, ternyata telah menewaskan dua bocah atas nama inisial MJ (12) dan MRS (10).

Sebelum tewas, kedua anak tersebut sempat dibawa terlebih dahulu ke RS Tarakan sekitar pukul 14.00 WIB, saat pingsan. Lalu, sehari setelah kejadian kedua anak tersebut meninggal di RS Tarakan, di ruang PICU sekitar pukul 04.35 WIB pada Minggu (29/4).

Rekomendasi