Meski tampil sebagai salah satu kelompok relawan paling tangguh yang dimiliki pasangan calon gubernur Sulsel nomor urut satu Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar, Tim Perempuan Pejuang (TPP) yang terdiri dari ibu rumah tangga tetap mengutamakan kewajibannya bersama keluarga.
Sebelum menggalang dukungan untuk NH-Aziz, relawan di kelompok ini diminta terlebih dahulu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab di rumah terlebih dahulu.
"Sebelum melaksanakan kegiatan pemenangan NH-Aziz, ibu-ibu wajib menyelesaikan tanggung jawab si rumah terlebih dahulu. Karena dengan selesainya tanggung jawab kita di rumah, akan memudahkan kita dalam berjuang bersama NH-Aziz," tegas ketua TPP pusat yang juga istri dari Aziz Qahhar, Sabriaty Aziz, Kamis (22/3).
Hal terpenting lain yang harus dilakukan setiap individu Tim Perempuan Pejuang, menurut Sabriaty adalah meminta restu suami sebelum berangkat berjuang. Sebab hal tersebut akan sangat mempengaruhi efesiensi dan efektifitas dalam menjalankan perjuangan.
"Seluruh penanggung jawab Tim disetiap levelnya harus mengerahkan segenap kemampuan untuk bekerja memenangkan NH-Aziz. Semuanya diniatkan karena Allah. Kerja kita adalah perjuangan, sehingga keikhlasan dalam setiap gerakan harus betul-betul terjaga," tambahnya.
TPP sendiri, fokus bergerak menggalang massa NH-Aziz di kalangan komunitas perempuan sebagai pemilih terbanyak di Sulsel. Selain dipimpin langsung oleh istri Aziz Qahhar, istri Nurdin Halid, Andi Nurbani juga terlibat selaku pembina.
Gerakan tersebut lebih jauh akan menyasar kelompok-kelompok pengajian, majelis taklim, dan komunitas perempuan dengan tidak hanya melakukan sosialisasi program, tapi juga sekaligus mengkampanyekan kegiatan positif untuk keluarga.
"Tentu kami fokus menyasar pemilih perempuan. Diketahui dari data bahwa wajib pilih perempuan di Sulsel jauh lebih besar dibanding laki-laki. Selain itu, perempuan dinilai cukup dominan dan kami yakini mampu bekerja lebih giat untuk mensosialisasikan NH-Aziz," tutupnya.