Tim Perempuan Pejuang (TPP) bergerak massif menggalang dukungan guna memenangkan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) pada Pilgub Sulsel 2018. Khusus di Kota Makassar, TPP melancarkan berbagai strategi demi kemenangan pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut.
TPP Makassar tidak sebatas menyasar ibu rumah tangga dan majelis ta'lim, tapi juga tokoh dan aktivis perempuan. Kaum Hawa sengaja dipilih dengan pertimbangan pemilih di Sulsel kebanyakan adalah perempuan.
TPP juga ingin membuktikan gagasan dan program NH-Aziz sangat pro-perempuan.
"TPP Makassar itu militan, kita sudah bergerak beberapa bulan dan terus memassifkan simpul pemenangan. Kita memperkenalkan gagasan dan program NH-Aziz, itu sudah merambah aktivis perempuan," kata perwakilan TPP Makassar, Muliati.
Cara TPP menggalang dukungan untuk NH-Aziz berbeda dengan relawan lainnya. Tidak sekadar memperkenalkan gagasan dan program pasangan nomor urut satu, tapi juga melakukan dakwah dan edukasi. Itu selaras dengan semangat NH-Aziz yang mengedepankan ukhuwah dalam upaya pemenangan.
Secara utuh, TPP di bawah kendali Sabriati dikenal sebagai kelompok relawan paling tangguh yang dimiliki pasangan nomor urut satu. Istri Aziz Qahhar itu tidak kenal lelah berkeliling Sulsel, menyambangi pelosok kampung untuk sebatas melakukan seminar parenting dan tausyiah. TPP juga rajin menyambangi majelis taklim di berbagai daerah.
Ketua TPP Pusat, Sabriati Aziz atau Umi Ati, menegaskan jika TPP merupakan gerakan yang murni berasal dari ideologi yang sama dengan program NH-Aziz. Relawan dan pengurus TPP bukanlah massa bayaran yang dikumpulkan hanya untuk menghadiri kegiatan seremonial.
"Kehadiran kita bukan hanya iming-iming murahan, janji-janji uang murahan atau sekedar baju kaos murahan. Ini mesin-mesin kita dan saya yakin kawan tim yang ada sangat militan dan sangat disayangkan kalau tidak maksimal," ujar dia.
Menurut Sabriati, NH-Aziz memiliki cita-cita yang mulia untuk membangun Sulsel yang lebih baik dan tidak dapat dilakukan hanya berdua saja. Butuh partisipasi berbagai elemen dan orang-orang dengan visi yang sama.
"Perjuangan ini sangat strategis dan ideologis. Alangkah ruginya jika kita semua tidak termasuk barisan memperjuangkan cita-cita tersebut. Sebagai pertanggungjawaban di dunia dan akhirat," pungkasnya.