Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar bisa dikatakan pasangan ideal. Mengusung tagline nasionalis-religius, mereka tidak hanya memikirkan persoalan pemerintahan, melainkan juga moral masyarakat.
Nurdin Halid yang dikenal piawai dalam urusan ekonomi kerakyatan, ditopang oleh Aziz Qahhar, tokoh berlatar belakang pesantren. Sebagai seorang da’i, dia punya cita-cita menata kehidupan beragama masyarakat di Sulsel.
"Tagline itu diambil karena NH seorang pengusaha yang ahli mengurusi ekonomi rakyat dan saya orang pesantren. Tentu wacana saya bagaimana membangun kehidupan beragama. Itulah disebut pasangan nasionalis-religius," kata Aziz.
Menurut Aziz, Pancasila sebagai ideologi bangsa juga mengatur bagaimana memajukan kehidupan beragama.
"Jelas-jelas dalam sila pertama ketuhanan yang maha esa, makanya kita tidak boleh sekularistik pembangunan negara," ucapnya.
Dia menambahkan, seorang pemimpin harus bisa memaknai bahasa simbol pendiri bangsa yang terkandung dalam lagu Indonesia Raya. Terdapat lirik yang berbunyi, bangunlah jiwanya, bangunlah badannya.
“Dan pembangunan jiwa yang paling signifikan adalah dengan agama," Aziz menyebutkan.
Sebelumnya dalam beberapa kesempatan, Nurdin Halid menjamin bahwa toleransi antar-umat beragama di Sulsel akan terpelihara dengan baik. Begitu pula kerukunan antar-suku.
Terlebih bila ia dan Aziz Qahhar Mudzakkar terpilih menjalankan roda pemerintahan Sulsel. Sebab pasangan ini memegang teguh prinsip pluralisme sesuai dengan ajaran Pancasila.
NH menjamin tidak bakal ada yang namanya diskriminasi terkait agama, suku maupun hal lainnya.
"Negeri ini hidup dengan semangat benteng pluralisme. Kita tidak butuh intoleransi. Insya Allah, bila ditakdirkan menjadi gubernur, saya menjamin tidak bakal ada perbedaan perlakuan apalagi pelayanan (kepada seluruh elemen masyarakat)," kata Nurdin.