Pemprov DKI akan bentuk tim dalami runtuhnya mezanin di Gedung BEI

Tim ini nantinya akan berkoordinasi dengan tim Puslabfor Polda Metro Jaya. Tim ini akan meninjau semua aspek dan dilihat secara komprehensif. Termasuk pengelola gedung juga akan diajak bicara.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Pemprov DKI akan bentuk tim dalami runtuhnya mezanin di Gedung BEI
Atap Gedung Bursa Efek Indonesia ambruk. ©AFP PHOTO/Amailia Putri Hasniawati

Pemprov DKI Jakarta segera membentuk tim untuk menelusuri penyebab runtuhnya mezanin di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (15/1) siang. Tim ini nantinya akan berkoordinasi dengan tim Puslabfor Polda Metro Jaya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, menjelaskan anggota tim dari akademisi, ahli teknik sipil dan dunia usaha. Sandi mengatakan, belum berani berspekulasi terkait penyebab keruntuhan mezanin itu.

"Kita jangan terlalu spekulatif. Saya mengingatkan pertama kita prihatin robohnya mezanin BEI ini. Kita jangan langsung menuding, langsung berprasangka dan berspekulasi. Kita tunggu hasil laporannya dari Puslabfor juga sudah turun timnya. Tim kami juga akan menunggu dengan berkoordinasi," jelasnya, Selasa (16/1).

Tim ini akan meninjau semua aspek dan dilihat secara komprehensif. Termasuk pengelola gedung juga akan diajak bicara.

"Kita akan ajak bicara. Saya kebetulan ada di situ pas pembukaan hari pertama sama Wapres dan lewat di situ, ikut di tempat yang roboh. Itu merupakan tempat biasa kita keluar masuk," ujarnya.

Sandi mengaku merinding menyaksikan video detik-detik runtuhnya mezanin itu. Ia berharap para korban yang masih ada di rumah sakit segera sembuh. Para korban juga ditangani langsung Pemprov DKI.

Laporan yang dia dapat, sampai Selasa pagi korban sudah 77 orang. "Terbaru 77 tapi ada delapan atau 10 yang dioperasi, rata-rata patah tulang dan itu harus ditangani dengan cepat," kata politisi Gerindra ini.

Ia pun meminta pemilik atau pengelola gedung melakukan audit dan memastikan semua akses di gedung itu aman. "Saya usul kepada pemilik gedung juga untuk diaudit dulu supaya memastikan walaupun sudah dibuka akses-aksesnya itu aman dan tidak ada potensi terjadinya (kejadian) susulan. Karena kalau ada begini biasanya menyebabkan struktur lain terhubung akan terganggu juga," papar Sandi.

Tim yang dibentuk Pemprov DKI rencananya tak hanya bekerja untuk mengecek dan menelusuri gedung BEI tapi juga mengecek keamanan gedung-gedung lainnya.

"Ini sifatnya gerakan. Kalau Pemprov sendiri enggak akan bisa. Jadi kita harus minta pemilik gedung itu melakukan. Kami akan berikan asistensinya untuk mereka mulai audit fasilitas-fasilitas yang ada di gedung mereka sendiri," jelasnya.

Pengelola gedung BEI diakui Sandi rutin melapor ke Pemprov dengan melampirkan surat laporan. Mereka juga telah melapor untuk perpanjangan yang akan habis pada tanggal 25 Januari. Pemprov juga secara rutin melakukan pemeriksaan layak fungsi gedung-gedung khususnya yang dipergunakan publik.

Sandi juga mengingatkan agar musibah seperti itu tak perlu terlalu didramatisir. Karena musibah bisa terjadi kapan saja. Dan ia mengingatkan agar tetap waspada sehingga kejadian serupa tak terulang.

Rekomendasi