Seorang tokoh masyarakat di Banda Aceh ketahuan pelihara Siamang

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyita seekor Siamang (Symphalangus syndactylus) dari tangan warga. Selama ini hewan lindung ini dipelihara seorang tokoh masyarakat di Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Seorang tokoh masyarakat di Banda Aceh ketahuan pelihara Siamang
BKSDA selamatkan siamang di Kawasan Kelapa Gading. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh menyita seekor Siamang (Symphalangus syndactylus) dari tangan warga. Selama ini hewan lindung ini dipelihara seorang tokoh masyarakat di Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, tiga petugas BKSDA dibantu personel Polsek Kuta Alam mendatangi rumah pemilik hewan itu, Kamis (11/1). Mulanya pemilik Siamang menolak menyerahkan kepada petugas. Pemilik hewan ini juga meminta kepada petugas agar tidak mempublikasikan identitas dirinya.

"Mulanya agak berat menyerahkan Siamang kepada petugas, karena dia telah pelihara sejak kecil," kata Sapto Aji Prabowo, Jumat (12/1).

Kendati sempat ditolak oleh pemilik Siamang, sebutnya, petugas kemudian mencoba menjelaskan dan memberikan pemahaman kepada yang merawat hewan itu, bahwa hewan ini dilindungi undang-undang. Hewan ini hanya boleh dipelihara lembaga konservasi yang memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Yang bersangkutan kemudian bersedia menyerahkan Siamang kepada petugas. Lalu pemilik Siamang jantan berusia 4 tahun tersebut menandatangani berita acara serah terima hewan.

"Selanjutnya dibawa ke kandang pemeliharaan BKSDA Aceh untuk diperiksa kesehatan serta dilakukan perawatan," jelasnya.

Bila sudah dinyatakan sehat dan siap untuk dilepasliarkan, akan segera dikembalikan ke habitatnya. Siamang ini merupakan jenis Gibbon, kelestariannya di alam semakin terancam akibat semakin sempitnya habitat serta ancaman perburuan.

Katanya, BKSDA Aceh sendiri akan terus menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya melindungi kelestarian satwa liar di Aceh, demi keseimbangan alam dan kepentingan anak cucu kelak.

Rekomendasi