Diduga karena pondasi tak kuat, beton tanggul lumpur Lapindo roboh

Informasi yang dihimpun merdeka.com, bangunan pagar setinggi sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 2,5 kilo meter itu roboh sejak sejak Rabu (6/12) lalu. Padahal, bangunan pagar cor itu baru dikerjakan pada akhir tahun 2017.

Bruriy Susanto
Oleh Bruriy Susanto - Reporter
Diduga karena pondasi tak kuat, beton tanggul lumpur Lapindo roboh
Beton pembatas lumpur lapindo. ©2017 Merdeka.com

Beton pembatas aset Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) di Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur roboh. Diduga, pondasi bangunan pagar tersebut tidak kuat.

Akibatnya, sebagian badan jalan tertutup beton. Meski begitu, tidak mengganggu lalu lintas pengendara namun tetap diminta waspada.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, bangunan pagar setinggi sekitar 2 meter dengan panjang sekitar 2,5 kilo meter itu roboh sejak sejak Rabu (6/12) lalu. Padahal, bangunan pagar cor itu baru dikerjakan pada akhir tahun 2017. Ironisnya, tak ada papan proyek selama pengerjaan.

Humas PPLS, Hengky Listria Adi, ketika dikonfirmasi membenarkan robohnya pagar pembatas aset milik negara itu. "Iya benar ada yang roboh. Itu pekerjaan milik PUPR pusat melalui lelang, dan yang mengerjakan pihak ketiga (kontraktor)," ujarnya, ketika dikonfirmasi merdeka.com, Senin (11/12).

Dia mengungkapkan, robohnya pagar pembatas baru dibangun itu karena saat proses pengerjaan dalam kondisi banjir.

"Memang kondisi waktu mengerjakan kemarin sedang banjir. Itu yang roboh hanya yang kemarin terkena banjir itu," jelasnya.

Robohnya bangunan pagar pembatas itu sempat mendapat teguran pihak PPLS. "Sudah saya tegur, itu katanya masih proses pengerjaan," ungkapnya.

Dia menambahkan setelah roboh, bangunan pagar itu sudah didirikan kembali. "Bangunan pagar yang roboh sudah didirikan lagi kok mas, silakan dicek," tutupnya.

Rekomendasi