Dua orang yang disebut-sebut sebagai pimpinan kelompok Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Asia Tenggara yang berada di Marawi, Filipina yakni Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute, tewas. Keduanya tewas dalam pertempuran dengan militer Filipina. Mayat keduanya sudah ditemukan.Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto berharap, jika Indonesia tak menjadi incaran bagi anggota ISIS untuk dijadikan sebagai tempat persembunyian. Untuk itu pihaknya ingin agar masyarakat bisa saling bantu."Kita mengharapkan tidak sampai masuk ke Indonesia, ya tentunya kita juga mengharapkan partisipasi masyarakat," kata Setyo, Jakarta, Kamis (19/10).Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Kemanan Polri itu meminta kepada masyarakat agar segera melapor kepada Polri maupun TNI, jika mengetahui atau melihat adanya orang asing atau yang mencurigakan masuk ke wilayahnya."TNI dan Polri yang melakukan penjagaan di perbatasan, tetapi ini juga harus dibantu oleh seluruh masyarakat yang ada di perbatasan. Jadi begitu ada orang asing harus segera disampaikan. Karena tentunya mereka juga akan berusaha eksis ya," ujarnya.Setyo pun mengaku, jika Polri dan TNI tak mungkin bisa bergerak secara sendirian bila masyarakat tak ikut serta untuk memerangi ISIS dengan cara memberikan informasi-informasi yang diketahui soal ISIS."Kalau masyarakat tidak ikut berpartisipasi saya kira akan berat, karena perbatasan di Sulawesi Utara sana sangat luas," ujarnya.Sebelumnya, Militer Filipina mengatakan dua pemimpin militan di Kota Marawi, Isnilon Hapilon dan Omarkhayam Maute, tewas dalam baku tembak dan mayat mereka sudah ditemukan. Keduanya disebut-sebut sebagai pemimpin ISIS di Asia Tenggara.Panglima Filipina Jenderal Eduardo Ano mengatakan pasukannya kini masih bertempur dengan sejumlah militan Indonesia dan Malaysia di Marawi. Ano menyebut sekitar 30 militan masih bertahan di wilayah yang sudah terdesak dan memaksa mereka menyerah dan membebaskan sandera.Laman the Star melaporkan, Senin (16/10), setelah dua pemimpin militan itu tewas, intelijen menyebut sosok Mahmud Ahmad, warga Malaysia, disinyalir menjadi pengganti kelompok militan sebagai pemimpin mereka yang baru.Pasukan Filipina mengatakan mereka masih memburu Mahmud.Kepala polisi kontra terorisme Malaysia Ayob Khan Mydin Pitchay menyatakan kepada Reuters Juli lalu, Mahmud berusaha kabur dari Marawi ke tempat aman bersama sejumlah pengikutnya.Mahmud adalah pria 39 tahun lulusan sekolah agama bergelar doktor dan sekaligus dosen di Kuala Lumpur. Institut Kebijakan dan Analisis Konflik (IPAC) dalam laporannya Juli lalu menyatakan Mahmud adalah sosok orang kedua setelah Hapilon di kepemimpinan ISIS Asia Tenggara."Bukan hanya warga Indonesia dan Malaysia yang berhubungan dengan Dr Mahmud, tapi juga orang Bangladesh di Malaysia yang ingin bergabung dalam pertempuran di Mindanao," kata Direktur IPAC Sidney Jones kepada Reuters.
2 Pemimpin ISIS tewas, Polri tetap minta warga bantu jaga perbatasan RI-Marawi
Polri dan TNI tak mungkin bisa bergerak secara sendirian bila masyarakat tak ikut serta untuk memerangi ISIS dengan cara memberikan informasi-informasi yang diketahui soal ISIS.
Advertisement
Rekomendasi