Polisi duga pegawai BNN ditemukan tewas di Bogor dibunuh orang terdekat

Polisi duga pegawai BNN ditemukan tewas di Bogor dibunuh orang terdekat. Diketahui, korban merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Narkotika Nasional. Korban tewas dengan luka di bagian punggung.

Radeva Pragia Bempah.
Oleh Radeva Pragia Bempah. - Reporter
Polisi duga pegawai BNN ditemukan tewas di Bogor dibunuh orang terdekat
Ilustrasi Mayat. ©2015 Merdeka.com/Angeline Agustine

Polisi masih mencari keberadaan AM, suami dari Indria Kameswari (38), yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Perumahan River Valey, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat (1/9). Polisi menduga Indria korban pembunuhan.Diketahui, korban merupakan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Badan Narkotika Nasional. Korban tewas dengan luka di bagian punggung."Kami masih cari keberadaan suami korban, sebab menghilang setelah sempat terlibat pertengkaran dengan korban," ujar Kepala Polsek Cijeruk Komisaris Polisi Safiudin, Minggu (3/9).Safiudin menambahkan, warga sekitar baru mendapati korban sudah tak bernyawa saat anak korban mendatangi rumah tetangga. Dari keterangan anak korban, pertengkaran kedua orangtuanya itu sudah terjadi sejak dini hari.Lanjutnya, polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Dari hasil pemeriksaan, korban diduga dibunuh oleh orang terdekat."Kasus ini masih dalam penyelidikan. Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi. Kami masih menunggu hasil forensik dua minggu lagi," katanya.Diketahui, Indria Kameswari (38), seorang PNS yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor, Jawa Barat, ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Perumahan River Valley, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.Kepala Polsek Cijeruk Komisaris Polisi Safiudin mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa oleh warga sekitar dalam posisi terlentang dengan luka di bagian punggung. Safiudin menyebut, kejadian itu terjadi pada Jumat (1/9), saat warga usai melaksanakan Salat Id."Diduga korban dibunuh. Kami masih melakukan penyelidikan. Jasad korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi," ucap Safiudin saat dikonfirmasi, Sabtu (2/9).Safiudin menuturkan, sebelum kejadian, sempat terdengar suara pertengkaran di dalam rumah tersebut. Kata dia, anak korban kemudian keluar rumah dan mendatangi salah satu rumah tetangga."Tetangga baru tahu setelah didatangi anak korban. Pertengkaran kedua orang tuanya itu sudah terjadi sejak dini hari," ujarnya.

Rekomendasi