3 Hari terombang ambing di laut, 33 WN Sri Lanka dibawa ke Nias

Ke-33 WN Srilanka itu terombang-ambing di lautan karena kapal yang ditumpangi rusak. Mereka ditemukan nelayan yang kemudian menginformasikannya kepada aparatur setempat.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
3 Hari terombang ambing di laut, 33 WN Sri Lanka dibawa ke Nias
Ilustrasi Kapal Tenggelam. ©2015 Merdeka.com

Sebanyak 33 warga negara (WN) Srilanka diselamatkan setelah tiga hari terombang-ambing di Samudera Hindia. Para pencari suaka ini dievakuasi ke Pantai Tureloto, Lahewa, Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (9/8).Ke-33 WN Srilanka itu terombang-ambing di lautan karena kapal yang ditumpangi rusak. Mereka ditemukan nelayan yang kemudian menginformasikannya kepada aparatur setempat.Perahu berikut 33 WN Srilanka itu selanjutnya dievakuasi personel TNI dan Polri dibantu nelayan setempat. "Awalnya kita mendapat informasi dari nelayan, sehingga petugas langsung terjun ke lokasi," kata Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Kamis (10/8).Berdasarkan pendataan, WN Srilanka yang dievakuasi terdiri dari 32 laki-laki dan seorang perempuan. Mereka rencananya menuju Australia dan Selandia Baru untuk mencari suaka. "Pengakuan nakhoda kapal bernama Seni Thampi Pirathaepani, mereka pergi dari negaranya karena tengah terjadi perang saudara antara suku Tamil dan suku Singelis," jelas Restu.Mereka berangkat dari Srilanka pada 3 Juli 2017. Minggu (6/8), mesin kapal yang mereka tumpangi rusak. Mereka pun terombang-ambing di lautan hingga akhirnya ditemukan dan dievakuasi ke Nias Utara.WN Srilanka itu sementara ditampung di Aula Kantor Lurah Pasar Lahewa. "Kita bekum tahu kapan akan dibawa ke Kantor Imigrasi di Sibolga," pungkas Restu.

Rekomendasi