Cerita tukang tambal ban lihat Davidson ditembak pelaku perampokan

Adi, tukang tambal ban SPBU Daan Mogot masih trauma melihat kejadian perampokan dan penembakan terhadap Davidson Tantono pada 9 Juni lalu. Dia masih terbayang-bayang dan tidak percaya melihat langsung peristiwa nahas itu.

Nurul Afrida
Oleh Nurul Afrida - Reporter
Cerita tukang tambal ban lihat Davidson ditembak pelaku perampokan
Rekonstruksi perampokan dan pembunuhan Davidson. ©2017 Merdeka.com/Nurul Afrida

Adi, tukang tambal ban SPBU Daan Mogot masih trauma melihat kejadian perampokan dan penembakan terhadap Davidson Tantono pada 9 Juni lalu. Dia masih terbayang-bayang dan tidak percaya melihat langsung peristiwa nahas itu."Masih trauma saya, teringat-ingat melihat mayat," kata Adi di SPBU Daan Mogot saat rekonstruksi, Sabtu (22/7).Dia tidak mengira bahwa Davidson tengah diikuti para perampok. Ketika itu dirinya tengah memperbaiki ban kendaraan korban. Posisinya jongkok di samping kiri pintu belakang mobil. Sedang Davidson duduk berada di pintu kiri depan.Tak berapa lama, salah satu perampok tiba-tiba membuka pintu pengemudi dan mengambil tas ransel berisi sejumlah uang. Kemudian Davidson berusaha merebut tas itu kembali. Dia sempat mendorong pelaku hingga terjatuh. "Saya bantuin pas dorong-dorong," kata Adi.Ketika ingin membantu, Adi melihat pelaku membawa pistol. "Awalnya enggak lihat ada pistol, terus saya langsung lari pas lihat ada pistol," terangnya.

Rekomendasi