Dua pelaku pengeroyokan dan penusukan pakar telematikan dari ITB Hermansyah, Edwin Hitipeuw dan Lauren Paliyama bekerja sebagai debt colector atau penagih utang. Selama bekerja, pelaku mengaku selalu membawa pisau untuk menakuti korban agar melunasi hutang."Kadang-kadang saya bawa (pisau)," ujar Edwin di Mapolda Metro Jaya, Kamis (13/7).Namun, Edwin klaim hanya menggunakan pisau saat peristiwa penusukan Hermansyah. Ia mengaku dalam kondisi dipengaruhi minuman keras."Saya cuman kebetulan dalam kondisi mabuk, itu spontan (pakai pisau lalu tusuk). Sebelumnya belum (dipakai tusuk orang), tapi kalau pukul-pukul pernah," kata Edwin.Puas menganiaya Hermansyah, Edwin langsung membuang pisau tersebut di dekat rest area Cibubur. "Sepanjang dua puluh cm (ukuran pisau), sebelum masuk rest area cibubur (dibuangnya)," ujarnya.Mendengar pengakuan tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan tak lantas percaya. Penyidik masih terus mendalami alasan keduanya membawa pisau tersebut."Kita nggak bisa kaitkan ke sana ya. Kita lihat dulu, jangan dikonotasikan debt collector itu jelek ya. Kita akan dalami kenapa sampai dia bawa (pisau)," ujar Iriawan.Hingga kini, kata Iriawan, polisi masih mencari pisau yang dibuang pelaku saat menusuk Hermansyah di Jalan Tol Jagorawi KM 6."Senjata sedang kita cari. Kan dibuang di perjalanan di antara KM 55 ke arah Depok," kata Iriawan.
Tusuk Hermansyah berkali-kali, pelaku ngaku spontan akibat mabuk
Tusuk Hermansyah berkali-kali, pelaku ngaku spontan akibat mabuk. Mendengar pengakuan tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan tak lantas percaya. Penyidik masih terus mendalami alasan keduanya membawa pisau tersebut.
Rekomendasi