Ketua RT: Jasad Inao Jiro masih tunggu dijemput keluarga dari Jepang

Ketua RT: Jasad Inao Jiro masih tunggu dijemput keluarga dari Jepang. Manan menceritakan ia mengetahui informasi salah satu warganya bunuh diri dari petugas keamanan setempat. Namun, saat itu ia tidak mengetahui jika korban merupakan manajer grup JKT48.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Ketua RT: Jasad Inao Jiro masih tunggu dijemput keluarga dari Jepang
Serunya konser Anniversary ke 5 JKT48. ©2016 Merdeka.com/Djoko Poerwanto

Pria Jepang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya kawasan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Kini jasad Inao Jiro (48) yang merupakan manajer JKT48 ini masih menunggu keluarga datang dari Jepang.Demikian diungkapkan Ketua RT 02 RW 02 Manan Arim."Saya tanya sama sopirnya, katanya tunggu keluarga di Jepang. Kaga tau kubur di sini apa di Jepang," katanya saat ditemui merdeka.com, di Perumahan River Park, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (22/3).Manan menceritakan ia mengetahui informasi salah satu warganya bunuh diri dari petugas keamanan setempat. Namun, saat itu ia tidak mengetahui jika korban merupakan manajer grup JKT48."Saya juga tahu orang Jepang dari sekuriti nya kalau ada orang Jepang meninggal," katanya.Ia pun langsung melayat ke rumah duka pagi hari tadi. "Tadi pagi jam 7 saya lihat, sudah pakai jas, sepatu, sudah rapih pokoknya," pungkasnya.Sebelumnya, Kasubag Humas Polres Kota Tangsel, AKP Mansuri, korban pertama kali ditemukan Selasa (21/3) menjelang pukul 18.00 WIB oleh istri dan pembantunya. Korban ditemukan tewas dalam posisi tergantung tali di kamar mandi rumahnya."Hari Selasa tanggal 21 Maret 2017, telah terjadi bunuh diri. Korban atas nama Inao Jiro, WN Jepang, melakukan bunuh diri di kamar mandi. Jadi setelah seperti biasa menjemput anaknya, dia masuk ke dalam kamar," kata Mansuri.Setelah Jiro masuk ke dalam kamar, menurut keterangan pembantunya, anaknya sempat memanggil-manggil korban dan mengetuk pintu kamar korban sekitar pukul 17.00 WIB. Tetapi, panggilan sang anak kepada ayahnya tak dijawab.Selanjutnya istri Korban Reny Damayanti sepulang kerja pun berkali kali memanggil Korban. Namun tidak ada jawaban dari Jiro yang masih berada di dalam kamar. Kemudian istrinya menyuruh Spembantunya untuk melihat dari jendela. Dari jendela terlihat tubuh korban menggantung di dalam kamar mandi dengan tali yang melilit lehernya."Istri Jiro bersama dua orang petugas keamanan setempat langsung membawa Jiro ke RS Premier Bintaro. Tetapi tidak tertolong, korban meninggal dunia. Motif dari gantung diri ini kami masih terus dalami, sampai saat ini karena masih dalam keadaan berduka," jelas Mansuri.

Rekomendasi