Tak punya izin kerja, 8 warga China di PLTU Celukan Bawang diamankan

Tak punya izin kerja, 8 warga China di PLTU Celukan Bawang diamankan. Pihak imigrasi Buleleng, menyebut kedelapan pekerja asal Cina ini terpaksa diamankan karena tidak dapat menunjukkan surat izin bekerja dari negara asalnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tak punya izin kerja, 8 warga China di PLTU Celukan Bawang diamankan
Ilustrasi Pekerja pabrik. ©2014 Merdeka.com

Delapan warga China diamankan petugas imigrasi dari operasi pengawasan terhadap orang asing yang bekerja di Kabupaten Buleleng, Rabu (15/3). Delapan warga China itu bekerja di PLTU Celukan Bawang Buleleng, Bali.Pihak imigrasi Buleleng, menyebut kedelapan pekerja asal Cina ini terpaksa diamankan karena tidak dapat menunjukkan surat izin bekerja dari negara asalnya."Ada delapan yang kita amankan seluruhnya warga China yang bekerja di PLTU Celukan Bawang. Mereka hanya mengantongi visa kunjungan biasa (visa on arrival)," kata Kepala Imigrasi Singaraja, Viktor Manurung.Menurut dia, operasi terhadap pekerja asing di power plant milik PT.General Energi Bali (PT.GEB) itu menyasar seluruh areal PLTU termasuk mess tempat pekerja asing ditampung.Diyakinkannya bahwa dalam operasi itu, pihaknya mendapati ratusan orang asing yang bekerja sebagai operator di PLTU Celukan Bawang melalui jalur PT. CHDOC."PT. CHDOC itu selaku perusahaan yang membawahi ratusan pekerja di power plant barkapasitas 3x125 MW tersebut. Ada sekitar 107 orang pekerja asing yang kita periksa kelengkapan dokumen mereka, jelasnya.Diakuinya bahwa dari seluruh pekerja asing asal Cina di perusahaan tersebut hanya delapan orang saja yang belum melengkapi surat ketenga kerjaan di negara lain."Kita juga belum mengetahui bagaimana mereka ada di PLTU Celukan Bawang hanya dengan mengantongi visa biasa," akunya.Dipastikan Viktor, kedelapan pekerja asing asing asal Cina itu masing-masing Guan Guolei (38), Song Xiansheng (50), Lyu Jie (40), Xie Yinlong (29), Ye Mao (31), Yang Zumin (46), Lin Jianli (47) dan Pei Yuqiang (31). "Saat ini kedelapan orang itu masih sedang kita periksa
intensif," ujarnya.Menurutnya, operasi ini diduga ada kebocoran. Karena banyak temuan dan laporan ada sejumlah pekerja asal China di perusahaan tersebut yang sembunyi saat petugas imigrasi datang memeriksa.

Rekomendasi