Pebalap nasional Diandara Gautama (26) boleh jago di lintasan balap. Boleh punya nyali besar saat melaju kencang di sirkuit. Boleh tidak punya rasa takut saat mobilnya ditabrak oleh pembalap lain di arena balap. Tapi ada satu hal yang tak berani dilakoni Diandra sendiri, apa itu?Diandra sendiri membuka 'kelemahannya' itu. Dara yang memulai karir pembalap sejak 2009 ini mengaku tidak bisa keramas sendiri. Ini diketahuinya sejak lama dan seingatnya terjadi begitu saja, tanpa alasan jelas seperti sakit misalnya. Tak heran, bila pergi ke salon untuk keramas menjadi aktivitas me-time Diandra, usai balapan selesai. "Kalau balapan selesai, aku free dan pasti langsung ke salon, karena tidak bisa keramas sendiri," kata Diandra yang sering menjadi presenter dan review mobil di Youtube channel secara blak-blakan pada merdeka.com, baru-baru ini. Dara yang mengidolakan pebalap F1 Lewis Hamilton ini mengaku, bila keramas dilakukan sendiri, kulit kepalanya akan gatal-gatal sangat, seperti ada ketombe banyak. "Kalau terpaksa keramas sendiri dan kelamaan, kadang Diandra berkunang-kunang."
Diandra ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman
Selain ke salon untuk keramas, aktivitas me-time Diandra lainnya adalah nonton film dan latihan dansa hip-hop. Menurut brand ambassador Nissan GT Academy 2016 ini, latihan dansa hip-hop ini dilakoninya dua kali dalam sepekan, bersama kawan-kawannya. Selain untuk fun, dansa hip-hop ini disulap Diandra sebagai latihan kardio-nya. "Guru dansanya kawan aku. Kami latihan setiap Selasa dan Kamis. Awalnya karena suka lagu hip-hop," ujar Diandra yang akan bergabung dengan tim speed off -road HGMP di musim balap 2017. Ya, di tahun depan putri pebalap senior Chandra Gautama ini ingin menambah skill balapnya dengan menjajal kelas speed off road. Selama ini Diandra dikenal jago di kelas touring. Diandra ingin skill balap-nya semakin lengkap dengan menekuni speed off-road. "Saya ingin terus belajar membalap. Jangan berhenti. Kalau punya anak, anaknya jadi pembalap juga," ujarnya tertawa manis. Prinsipnya, sampai kapan pun, pebalap perempuan ini selalu menggabungkan membalap sebagai hobi dan profesi. "Ada passion. Racinng adalah lifestyle buat aku," pungkas Diandra.