Rencana Pemkot Solo bangun RSUD setiap kecamatan terganjal anggaran

Rencana Pemkot Solo bangun RSUD setiap kecamatan terganjal anggaran. Pemkot Solo membatalkan sejumlah rencana kegiatan untuk memprioritaskan pembangunan RSUD di setiap kecamatan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Rencana Pemkot Solo bangun RSUD setiap kecamatan terganjal anggaran
Ilustrasi Pasien. ©2015 Merdeka.com

Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membangun rumah sakit umum daerah (RSUD) di setiap kecamatan, terganjal keterbatasan anggaran. Akibatnya sejumlah rencana kegiatan Pemkot terpaksa dibatalkan sesuai skala prioritas, seperti pembangunan Balai Diklat. Anggaran rencana pembangunan gedung tersebut akan dialihkan untuk pembangunan rumah sakit daerah. Selain APBD Kota Solo, Pemkot juga tetap berupaya mengajukan permohonan anggaran ke pemerintah pusat.

Setelah RSUD Ngipang, Kadipiro, pemkot berancang-ancang membangun rumah sakit yang sama di Silir, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasarkliwon pada 2017 nanti. Setelah Silir, pengembangan pembangunan RSUD akan dilanjutkan di wilayah Kecamatan Jebres pada 2018.Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Solo Ahyani mengatakan, pembangunan RSUD di setiap kecamatan ini menjadi prioritas Pemkot sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga di Kota Bengawan. Menurut dia, saat ini Pemkot tengah merencanakan pembangunan RSUD Silir."Pembangunan RSUD Silir dikerjakan secara multiyears mulai 2017. Total kebutuhan anggaran diperkirakan menelan dana Rp 100 miliar, Rp 10 miliar APBD 2017, sisanya tahun berikutnya," ujar Ahyani kepada wartawan, Rabu (16/11). Lebih lanjut Ahyani menerangkan saat ini pihaknya tengah menyusun detail engineering design (DED), dan ditargetkan selesai tahun ini. Dia berharap tahun depan, pelaksanaan pembangunan rumah sakit bias dikerjakan. Selain menyiapkan anggaran pembangunan rumah sakit di Silir, lanjut Ahyani, Pemkot juga menyiapkan anggaran Rp 500 juta untuk menyusun DED rumah sakit di kawasan Mojosongo, Kecamatan Jebres."Mojosongo kita prioritaskan karena masih minim tempat pelayanan kesehatan rumah sakit. Proyek ini menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) selain bidang pendidikan, transportasi dan infrastruktur," katanya.

Rekomendasi