Lantaran panik tak punya surat izin mengemudi (SIM) pelajar sebuah SMK swasta di Depok nyaris menabrak petugas Polsek Pancoran Mas. Insiden itu berawal ketika polisi menggelar razia razia di Jalan Pitara, Depok, dan menghentikan pelajar untuk memeriksa apakah terdapat senjata tajam atau tidak guna menghindari terjadinya tawuran.Di tengah-tengah razia, seorang pelajar yaitu NA (16) ingin menghindari petugas. Karena panik, pelajar itu berupaya menghindari petugas. NA yang kocar-kacir berusaha menghindari razia nyaris mencelakai petugas. Setelah menabrak tiang listrik, pelajar itu baru berhenti.Kepada petugas, NA mengaku panik saat dilakukan razia. Untuk menghindari supaya tidak ditilang, NA pun berupaya melarikan diri. "Saya enggak punya SIM makanya saya takut," kata NA, Jumat (16/9).Setelah tenang, Kapolsek Pancoran Mas Kompol Tata Irawan pun menasihati NA. Dikatakan pada NA bahwa razia dilakukan untuk memeriksa apakah pelajar membawa senjata atau tidak."Kami hanya mau periksa kamu bawa benda berbahaya apa tidak. Ini kan kamu nyaris mencelakai orang lain, jangan diulang lagilah seperti ini," kata Kompol Tata.Tata mengatakan, razia dalam rangka cipta kondisi ini dilakukan untuk menciptakan kestabilan lingkungan. Mengingat sering terjadi tawuran pelajar ketika menjelang akhir pekan. "Lokasi ini dikenal cukup rawan akan terjadi tawuran. Sesuai arahan bapak Kapolresta Depok, adapun sasaran kami adalah senjata tajam, narkoba dan benda berbahaya lainnya," pungkasnya.
Coba hindari razia, pelajar ini nyaris tabrak polisi
Coba hindari razia, pelajar ini nyaris tabrak polisi. Lantaran panik tak punya surat izin mengemudi (SIM) pelajar sebuah SMK swasta di Depok nyaris menabrak petugas Polsek Pancoran Mas.
Advertisement
Rekomendasi