Nyalon ketum PSSI, Moeldoko ingin sepak bola jauh dari politisasi

Menurut Moeldoko, persoalan yang sangat menonjol PSSI saat ini tidak adanya hubungan harmonis antara PSSI dan pemerintah

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nyalon ketum PSSI, Moeldoko ingin sepak bola jauh dari politisasi
Moeldoko undang wartawan. ©2016 Merdeka.com/desi

Jenderal Purnawirawan Moeldoko mengajak awak media nonton bareng pertandingan Timnas Indonesia U-19 vs Thailand U-19, di kediamannya Jalan Lembang Terusan Nomor 54D, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/9) malam. Moeldoko yang mengenakan kemeja lengan pendek berwarna biru tua dan memakai jam hitam di lengan kirinya melebur bersama awak media menonton pertandingan tersebut.Sebelum nobar, Moeldoko sempat membeberkan visi dan misinya maju sebagai calon ketua umum Persatuan Seluruh Sepak Bola Indonesia. Moeldoko diketahui mencalonkan diri sebagai Ketum PSSI periode 2016-2021 yang akan ditentukan melalui Kongres Pemilihan pada 17 Oktober 2016 mendatang. Menurut Moeldoko, persoalan yang sangat menonjol PSSI saat ini tidak adanya hubungan yang harmonis antara federasi sepak bola tanah itu dengan pemerintah. Dia akan mengurangi kesenjangan masalah tersebut jika nantinya terpilih jadi ketua PSSI."Dari sisi menagerial harus diselesaikan. Partnership. Perlunya kembali dibenahi coorporate culture. Administrasi. Akuntabilitas bisa dipertanggungjawabkan," kata Moeldoko.Persoalan politik yang kerap dikaitkan dengan induk sepak bola tanah air itu juga menjadi sorotannya. Dia mengaku akan memberi batasan antara hubungan politik dengan sepak bola."Tidak boleh dihubungkan dengan politik, larangan dan haram hukumnya. Kalau tuhan memberikan ridho, itu yang akan saya jalankan. Saya akan menjalankan yang terbaik," kata dia.

Rekomendasi