Listrik di tenda jemaah haji mati, tenaga kesehatan sempat panik

"Alhamdulillah kita sudah antisipasi kejadian ini," kata Menag Lukman.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Listrik di tenda jemaah haji mati, tenaga kesehatan sempat panik
Menteri Agama kunjungi tenda jemaah haji Indonesia. ©2016 merdeka.com/anwar khumaini

Listrik di tenda-tenda jemaah haji Indonesia di Arafah sempat mati selama 10-15 menit pada pukul 15.30 waktu Arab Saudi atau pukul 19.30 WIB. Akibatnya jemaah haji kepanasan lantaran cuaca sangat panas dengan suhu berkisar 42 derajat celcius. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pun sempat panik lantaran banyak jemaah haji dirawat dengan menggantungkan pada alat-alat listrik.Melihat listrik mati, Menteri Agama langsung meninjau KKHI. Lukman langsung menginstruksikan agar listrik di tenda-tenda yang tidak digunakan untuk dimatikan untuk mengurangi beban listrik."Di luar dugaan kita, tadi sempat terhenti sekitar 10 - 15 menit. Alhamdulillah bisa nyala lagi aliran listriknya. Saya minta kepada petugas untuk mencari tahu apa penyebabnya. Apakah karena terlalu banyak penggunaan listrik di arena ini sehingga menyebabkan khusus yang sangat vital di klinik Kesehatan justru tidak bisa mendapatkan listrik," kata Menteri Lukman di KKHI, Minggu (11/9)."Tapi saya sudah minta untuk cari tahu. Alhamdulillah kita sudah antisipasi kejadian ini. Kita sudah punya generator tersendiri sebagai cadangan, jadi tadi generator langsung berfungsi sehingga ketika listrik mati generator langsung nyala. Alhamdulillah sekarang listrik sudah kembali nyala," imbuh Menteri Agama.Ditanya langkah untuk mengurangi beban listrik, Lukman mengatakan, tenda-tenda yang tidak difungsikan, terutama tenda VIP agar segera dimatikan aliran listriknya."Tadi langsung diinstruksikan beberapa tenda yang tidak difungsikan langsung kita minta dikurangi, bahkan kita minta matikan aliran listriknya untuk tidak menimbulkan beban terlalu besar," kata Lukman.Lukman menambahkan, Klinik Kesehatan Haji Indonesia akan fatal akibatnya jika tidak ada pasokan listrik. Karena alat kesehatan sebagian besar menggunakan listrik selain juga untuk membuat ruangan itu nyaman."Karena kalau ruangan panas, itu juga sangat mengganggu kesehatan. Pasien bisa langsung drop. Jadi listrik itu vital sekali bagi klinik semacam ini," kata Menag."Alhamdulillah ini relatif cepat. Saya bersyukur ini bisa segera diatasi. Bagaimana pun juga kita harus bisa menarik pelajaran. Kita harus tahu persis apa penyebabnya. Dengan begitu masa mendatang kita bisa mengantisipasi lebih baik lagi," tutup Lukman.Pantauan merdeka.com, listrik mati sekitar 15 menit menyebabkan kepanikan di ruang KKHI. Belasan pasien yang dirawat dikipasi dengan alat-alat ala kadarnya seperti kardus. Tirai tenda pun sempat dibuka agar suasana tidak panas.Untungnya, 15 menit kemudian listrik sudah menyala dan keadaan kembali normal. Para jemaah yang kegerahan dan berhamburan keluar tenda pun akhirnya kembali masuk ke tenda.

Rekomendasi