Polri sebut korban prostitusi gay tersebar di kota-kota besar

Polisi menemukan adanya 18 aplikasi android yang digunakan tersangka AR untuk menjual anak asuhnya.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Polri sebut korban prostitusi gay tersebar di kota-kota besar
Muncikari prostitusi gay. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, menyebut korban perdagangan anak di bawah umur buat gay tersebar di sejumlah kota besar di seluruh Indonesia. Menurutnya, korban prostitusi online gay sampai ke kota Jabodetabek, Bandung dan Surabaya."Sebarannya banyak di kota-kota besar. Ada Jabodetabek, Bandung, Surabaya dan lain-lain," kata Boy di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/9).Boy mengatakan, penyidikan kasus prostitusi online ini masih terus dikembangkan penyidik. Bahkan, dari pemeriksaan sementara, polisi menemukan adanya 18 aplikasi android yang digunakan tersangka AR untuk menjual anak asuhnya.Sampai sejauh ini, polisi masih mendalami aplikasi tersebut. Salah satu aplikasi yang digunakan adalah 'Grindr', sedangkan 17 aplikasi lainnya masih dikembangkan penyidik.Dilanjutkan mantan Kapolda Banten ini, polisi sudah memberi masukan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terkait aplikasi yang digunakan kaum gay. Namun, menyangkut pemblokiran aplikasi itu, polisi menyerahkan kewenangan itu sepenuhnya kepada Kemenkominfo."Kapasitas kaitan memblokir dan lain sebagainya ada di kemenkominfo, kita sifatnya memberi input atau masukan ke Kemenkominfo," ucap Boy.Jenderal bintang dua ini mengatakan hal penting saat ini adalah memberikan pengawasan ekstra agar tidak ada lagi anak-anak di bawah umur menjadi korban prostitusi gay. Polri bersama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berjanji dan akan berupaya keras menjaga anak-anak Indonesia."Yang penting adalah untuk tidak menjadikan anak-anak kita korban lagi oleh para muncikari sama seperti AR," pungkas Boy.

Rekomendasi