Jemaah yang wafat dan alami gangguan jiwa akan dibadalhajikan

Mengenai total jumlah jemaah haji yang dibatalhajikan, Muhajirin masih menunggu data dari petugas kesehatan haji.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Jemaah yang wafat dan alami gangguan jiwa akan dibadalhajikan
Jemaah haji padati Masjidil Haram. ©2016 merdeka.com/anwar khumaini

Sudah menjadi tradisi tahunan, jemaah haji yang meninggal dunia akan dibadalhajikan (digantikan orang lain) oleh Kementerian Agama. Tak cuma jemaah haji yang wafat, jemaah yang mengalami gangguan jiwa juga akan dibadalhajikan."Yang dibadalhajikan adalah jemaah haji kita yang wafat. Baik yang dari Tanah Air, itupun yang sudah masuk embarkasi, sampai dengan jemaah wukuf di Arafah," kata Direktur Pembinaan Haji dan Umroh Muhajirin Yanis di kantor Daker Makkah, Jumat (9/9)."Tidak hanya jemaah yang wafat. Tapi jemaah yang sedang dirawat yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap alat bantu kesehatan. Mereka yang secara fisik sehat tapi secara kejiwaan hilang ingatan," imbuh Muhajirin.Sementara jemaah haji yang sakit dan masih dirawat di rumah sakit pada pelaksanaan wukuf nanti akan disafari wukufkan.Siapa saja yang akan membadalhajikan jemaah, menurut Muhajirin saat ini PPIH Arab Saudi sedang menyeleksi. Mereka-mereka yang sudah mengajukan diri untuk menjadi badal haji akan diwawancarai oleh tim, termasuk oleh para kyai yang tergabung dalam amirul hajj."Mereka akan kita seleksi secara ketat. Mereka yang mengajukan permohonan lalu kita wawancarai, sekaligus mereka nanti akan diseleksi oleh para kyai yang tergabung dalam amirul hajj," papar pria asal Gorontalo tersebut.Muhajirin memastikan jumlah para badal haji ini cukup. Kalau pun kurang, akan diambil dari para petugas haji yang sudah berhaji.Bagaimana meyakinkan keluarga yang dibadalhajikan, menurut Muhajirin Kemenag akan menerbitkan sertifikat, sehingga keluarga bisa yakin bahwa jemaah haji yang wafat dan mengalami gangguan jiwa sudah berstatus sebagai haji."Salah satu cara yang membuat keluarga yakin bahwa orangtua atau keluarga telah dibadalhajikan kita akan membuat sertifikat yang ditandatangani oleh Pak Dirjen Hai dan Umroh. Nanti setelah kembali ke tanah air, artinya itu sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kita," ujarnya.Mengenai total jumlah jemaah haji yang dibatalhajikan, Muhajirin masih menunggu data dari petugas kesehatan haji. Sementara soal biaya, semuanya sudah ditanggung oleh Kementerian Agama.

Rekomendasi