Selain merokok, kegemaran Mbah Gotho (145) adalah mendengarkan siaran wayang kulit di radio. Di atas kamar tidurnya tepatnya di jendela, sebuah radio kuno selalu siap menemani istirahat Sodimejo.
"Nek ajeng tilem ngrungokke wayang kulit (Kalau mau tidur mendengarkan wayang kulit)," ujarnya singkat, saat merdeka.com mengintip ke kamar tidurnya, Kamis (1/9).
Suryono, salah satu cucu Mbah Gotho membenarkan kebiasaan kakeknya tersebut. Namun tidak setiap hari kakeknya bisa mendengarkan siaran wayang. Hal ini karena tidak setiap hari juga ada siaran wayang kulit di radio.
Mbah Gotho dengarkan wayang di radio ©2016 merdeka.com/arie sunaryo
"Kesenangannya simbah memang denger wayang kalau mau tidur, tapi kan tidak tiap hari ada siaran wayang di radio. Kalau nggak ada wayang ya jam sembilan malam sudah tidur," jelasnya.
Dia menambahkan, waktu istirahat Mbah Gotho cukup terjaga. Yakni antara jam 21.00 WIB, hingga jam 05.00 WIB. Sedangkan pada siang hari saat rumahnya sepi, Mbah Gotho juga lebih banyak beristirahat. Seperti orang pada umumnya, Mbah Gotho juga mandi sebanyak 2 kali sehari.
Sejak kabar Mbah Gotho tersiar, banyak orang yang ingin bertemu dengannya. Bahkan dari manca negara pun datang ingin bertemu Mbah Gotho.
Mbah Gotho dengarkan wayang di radio ©2016 merdeka.com/arie sunaryo
"Tadi ada warga Belanda yang datang ke sini malam. Mereka melihat simbah, dan meminta nomor rekening saya. Katanya mau membantu," pungkas Suryono.
Advertisement