Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat yang didampingi Wakil Ketua MK, Anwar Usman melaporkan hasil kongres ke-3 Association of Asian Constitutional Cours (AACC) Equivalent Institution atau Mahkamah Konstitusi dan Lembaga Sejenis se-Asia kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (1/9). Laporan itu termuat dalam Deklarasi Bali.Ada beberapa poin yang termuat dalam Delrasi Bali, di antaranya kesepakatan bahwa Ketua MK RI ditunjuk kembali menjadi Ketua Asosiasi MK se-Asia dan sekretariat tetap (join permanent secretariat) AACC berada di dua negara yaitu di Jakarta, Indonesia dan di Seoul."Presiden sangat mendukung itu. Itu menunjukkan bahwa MK diapresiasi dan dipercaya di tingkat Asia untuk berkiprah menegakkan negara hukum yang demokratis dan keberhasilan MK selama ini," ujar Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (1/9).Presiden, kata Arief, akan mengalokasikan dana untuk pengelolaan sekretariat AACC di Indonesia. Namun, MK sendiri belum menentukan di mana lokasi terbaik untuk sekretariat tersebut. "Ada anggaran khusus yang dipakai untuk kesekretariatan. Itu Presiden akan berbicara dengan para pendukungnya untuk menambah alokasi untuk sekretariat tetap," jelas mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro ini.Terkait penentuan sekretariat AACC, Arief mengaku sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sekretariat Negara. Pihaknya berharap, jika MK tak memiliki cukup ruang untuk sekretariat AACC maka pemerintah turut membantu memberikan solusi."Kalau kita mencukupi di gedung MK ya di gedung MK, tapi kalau tidak mencukupi, ya akan minta perhatian dari pemerintah untuk bisa menambah ruang, menambah gedung atau bagaimana. Tapi yang prinsip kami tidak akan, misalnya kami minta akan dibangun gedung baru. Karena kita tahu bersama anggaran Indonesia tidak cukup untuk itu sehingga kita harus tahu diri," ungkap Arief mengakhiri.
Presiden akan mengalokasikan anggaran untuk sekretariat AACC
Namun, MK sendiri belum menentukan di mana lokasi terbaik untuk sekretariat tersebut.
Advertisement
Rekomendasi