Makmur Hasugian, ayah dari IAH (17), pelaku teror di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, berencana akan terus mendampingi anaknya. Dia menyatakan akan menjadi kuasa hukum bagi putranya itu."Ya saya sendiri nanti yang menjadi kuasa hukumnya langsung," kata Makmur saat dihubungi wartawan, Selasa (30/8).Selama ini, Makmur memang dikenal sebagai pengacara. Dia pun kerap beracara di Pengadilan Negeri (PN) Medan.Makmur menyatakan sejauh ini polisi menyangkakan pasal dari UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pada IAH. Dia mengaku sudah menganjurkan pada IAH untuk berterus terang agar pelaku yang diduga telah memengaruhinya dapat tertangkap."Kita sudah minta itu, karena tahulah kita menghadapi sifat anak-anak semua. Kalau tidak tenang kali dia, nggak mungkin dia terbuka. (Dia) belum terbuka," katanya.Kasus yang kini membelit IAH cukup mengganggu aktivitas Makmur sebagai pengacara, karena ponselnya kini terus berdering. "Tapi kita usahakan juga perkara yang kita tangani tetap kita jalankan," ucap Makmur.Seperti diberitakan, IAH diamankan di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (28/8) pagi. Dia diduga ingin meledakkan bom. Pemuda ini diringkus jemaat saat menyerang pastur dengan pisau.
Ayah pelaku teror Gereja St Yosep ingin jadi kuasa hukum putranya
"Tahulah kita menghadapi sifat anak-anak semua. Kalau tidak tenang kali dia, nggak mungkin dia terbuka,' kata ayah IAH.
Advertisement
Rekomendasi