Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengaku terkejut atas kepulangan Ketua KPU Husni Kamil Manik yang masih berusia 40 tahun. Menurut dia, almarhum telah menghibahkan hidupnya untuk demokrasi Indonesia.
"Pak Husni ini sudah menghibahkan hidupnya untuk jaga demokrasi Indonesia. Sejak selesai kuliah aktif di KPUD sampai dengan sekarang," katanya di Rumah Duka, Jl Siaga Raya 23, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).
Anies kebetulan merupakan panitia seleksi KPU pada tahun 2011. Dia mengungkapkan, sosok almarhum Husni merupakan yang terbaik pada saat seleksi komisioner KPU pada tahun itu.
Dia mengharapkan, setelah kepergian alamarhum Husni akan ada penjaga demokrasi lainnya. "Saya optimis, akan ada Husni-Husni lain muncul," tutup Anies.
Dari pengalaman Husni Kamil sebagai pemantau Pemilu, tugas-tugas kepemiluan lekat dengan dirinya. Sejak masih menjadi mahasiswa pada 1999, Husni Kamil Manik sudah aktif dalam dunia kepemiluan.
Pada tahun 2012, Husni Kamil Manik dilantik sebagai Ketua Pemilihan Umum Pusat periode 2012-2017. Karena prestasinya, Men's Obsession Award menganugerahinya penghargaan Best Individual Achievers, category Leader of Government Agency/Institution. Dia dinilai berhasil memimpin perhelatan nasional Pemilu 2014 dan Pilkada Serentak 2015.
Kemarin malam, sekitar pukul 21.07 WIB, Husni Kamil Manik dipanggil menghadap Sang Pencipta. Dia menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta. Dia meninggal di usia 40 tahun karena komplikasi.
Jenazah Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta pada Jumat (7/7) siang.