Gelombang tinggi yang melanda kawasan Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, limpasan air lautnya merendam tempat parkir wisatawan yang terletak di sebelah utara objek wisata.
"Gelombang laut besar ini kurang lebih sudah satu pekan. Namun hari ini yang paling besar, airnya naik ke atas sampai di parkiran kendaraan," kata Komandan Regu I Tim SAR Pantai Parangtritis Suparjiyanto di Bantul, Kamis (9/6).
Menurutnya, sebelumnya gelombang pasang pantai selatan di Parangtritis meskipun besar namun tidak sampai naik ke permukaan daratan kawasan lahan parkir. Namun sejak Kamis pagi, gelombang laut makin membesar diperkirakan lebih dari lima meter.
Air pasang itu sampai merendam lahan parkir kendaraan roda empat. Sehingga membuat kendaraan yang melintas di sekitar lahan parkir harus berhati-hati, terutama bagi sepeda motor.
"Gelombang pasang laut sampai naik ke parkiran lewat sungai kecil yang ada di sisi timur. Padahal jarak tempat parkir dengan bibir pantai kurang lebih sekitar 300 meter. Tadi (Rabu,8/6) malam ombak memang sudah terlihat besar," ungkap Suparjiyanto.
Selain merendam lahan parkir, kata dia, gelombang pantai juga menerjang shelter atau pos pemantau SAR di tepian pantai yang terbuat dari bambu dan kayu, hingga membuat lapak miring dan hampir roboh. Karena tidak kuat menahan hempasan gelombang.
"Shelter (pos pantau SAR) di pantai agak miring kena air, sehingga perlu digeser ke utara untuk menghindari gelombang. Setidaknya ada empat shelter, semuanya kena dan diundurkan lima meter," katanya seperti dikutip dari Antara.
Untuk mencegah kejadian hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya kecelakaan laut yang menimpa wisatawan, anggota SAR meningkatkan kewaspadaan dengan patroli keliling sepanjang pantai.
"Kami siaga di tepi pantai dan patroli di sepanjang pantai, memantau kondisi gelombang laut. Dalam satu regu ada 15 personel yang diterjunkan, ditambah personel dari Polisi Air (Polair) sebanyak dua personel," pungkasnya.