Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi menilai, mekanisme pergantian Kabareskrim dari Komjen Pol Anang Iskandar ke wakilnya sendiri yakni Irjen Ari Dono patut dijadikan acuan untuk merotasi jabatan di internal Polri. Termasuk dalam pergantian Kapolri.
Alasannya, jika tongkat Kapolri diserahkan kepada orang-orang yang sudah mengetahui kondisi seluk beluk institusi kepolisian, maka orang tersebut bisa langsung bekerja tanpa adaptasi lama.
"Saya berharap di sejumlah wilayah strategis, suksesi kepemimpinan seperti ini harus diprioritaskan kepada wakilnya. Karena pengalamannya pasti lebih tahu tentang segala kasus. Jadi nggak perlu ada studi kasus lagi, bisa langsung kerja," ujar ujar Adhie dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/6).
Adhie menilai figur paling tepat melanjutkan estafet kepemimpinan dari Jenderal Badrodin Haiti yang pensiun Juni ini adalah Wakapolri Komjen Budi Gunawan. Menurutnya naiknya Budi Gunawan akan mempermudah suksesi pergantian Kapolri, sehingga mekanismenya pun akan berjalan dengan lancar.
Dia mencontohkan, saat polemik pergantian Kapolri beberapa waktu lalu, Badrodin Haiti yang saat itu menjabat wakapolri tampil menggantikan Jenderal Sutarman.
"Sekarang pun demikian, jika Badrodin pensiun, yang paling cocok menggantikan itu ya wakilnya, Pak Budi Gunawan," katanya.