Rahmat Effendi curhat nasib Bekasi sebagai kota di pinggir republik

Rahmat ingin bertemu Ketua DPR untuk menangani masalah banjir di Bekasi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Rahmat Effendi curhat nasib Bekasi sebagai kota di pinggir republik
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. ©facebook.com

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi ingin bertemu Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ade Komarudin di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut ingin menyampaikan unek-unek soal penanganan banjir di wilayahnya."(Kota Bekasi) Ini kan di pinggir republik, masa (infrastrukturnya) sedemikian rupa," kata Rahmat usai meninjau tanggul di Perumahan PGP, Kecamatan Jatiasih, Selasa (24/5).Menurut Rahmat, Kota Bekasi merupakan daerah rawan banjir. Sebab elevasi daerah itu hanya 27 meter di atas permukaan laut. Sedangkan, sejumlah tandon air berupa rawa maupun sawah sudah beralih fungsi menjadi bangunan permukiman.Selain itu, banjir di bantaran sungai akibat perubahan tata ruang di wilayah hulu atau Kabupaten Bogor. Menurut dia, apabila wilayah Hambalang, Sentul, dan Jagorawi diguyur hujan dengan intensitas tinggi, maka berdampak kepada Sungai Cikeas."Nah meluapnya itu harus bagaimana? Makanya saya bangun tandon Bendung Koja (di perbatasan dengan Bogor). Jadi ada penampungan air di sana, sebelum jatuh ke sini semua," kata dia.Selain itu, Rahmat mengaku merencanakan sebuah tanggul ganda dan sistem pompanisasi sepanjang aliran Sungai Bekasi, mulai dari pertemuan antara Sungai Cikeas dan Cileungsi di Jatiasih hingga ke Bekasi Selatan.Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, luas wilayah Kota Bekasi mencapai 21.049 hektare. Adapun luasan sebaran banjir mencapai 10,072 persen atau 2.120 hektare tersebar di sembilan kecamatan dan 27 kelurahan dengan jumlah 49 titik banjir.

Rekomendasi