Epi berubah setelah ikut aliran yang meresahkan warga Depok

Aliran yang meresahkan warga Cilodong, Depok sudah ada sejak tiga tahun lalu.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Epi berubah setelah ikut aliran yang meresahkan warga Depok
Rumah yang dijadikan markas aliran yang meresahkan warga Cilodong. ©2016 Merdeka.com

Aliran yang meresahkan warga Cilodong, Depok sudah ada sejak tiga tahun lalu. Awalnya, aktivitas jemaahnya selalu berkumpul hingga malam hari setiap malam Kamis. Namun karena belakangan warga merasa resah akhirnya perkumpulan itu tidak ada lagi.

"Kalau sekarang sudah tidak ada lagi. Ini dari laporan warga, ditambah Rohim juga melaporkan ke saya," kata Hidayat, Ketua RT 002/RW 003, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, Senin (16/5).

Dari laporan Rohim kepada dirinya, terdapat ajaran yang tidak sesuai adalah diselewengkannya dua kalimat syahadat. Rohim adalah salah satu mantan anggota Amanah Keagungan Ilahi (AKI) yang merupakan suami Epi. Rohim dan Epi sama-sama menjadi anggota. Namun di tengah-tengah perjalanan, Rohim merasa ada yang janggal dari ajaran yang dipimpin oleh Dedi. Dedi merupakan warga Tirtajaya, Sukmajaya.

"Kalau di sini ya pengikutnya hanya tiga orang saja. Yang lainnya dari warga luar," ungkapnya.

Dayat menceritakan, keresahan warga dikarenakan sering adanya kumpul-kumpul tidak jelas hingga larut malam. Dari pengakuan Rohim pada Dayat, Epi juga sering jalan bersama Dedi. Namun Rohim tidak pernah tahu detil ke mana mereka pergi. "Ke arah Serab dari laporan Rohim ke saya. Katanya mereka (Dedi dan Epi) penyatuan sinar. Dilakukan di rumah Dedi," ceritanya.

Masih berdasarkan pengakuan Rohim pada dirinya, setelah ikut ajaran ini Epi menjadi berubah secara penampilan, Epi melepas hijabnya. "Ya perubahan penampilannya. Tadinya berjilbab jadi lepas. Pakaian seksi dan merokok," ceritanya.

Kini sudah tidak ada lagi aktivitas kumpul-kumpul yang biasa dipimpin Dedi. Dayat mengaku sudah mengimbau warga untuk tetap kondusif.

Rekomendasi