Korban tewas banjir bandang wisata 2 Warna ditemukan di balik pohon

Sementara itu, beredar pula informasi terdapat dua korban tewas lain juga telah ditemukan.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Korban tewas banjir bandang wisata 2 Warna ditemukan di balik pohon
Ilustrasi Orang Tenggelam. ©2014 Merdeka.com

Seorang korban banjir bandang di lokasi wisata Air Terjun Dua Warna, Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, ditemukan tewas, Senin (16/5). Belasan lainnya masih hilang."Sejauh ini baru satu korban tewas yang ditemukan dan kita pastikan," kata Humas Kantor SAR Medan, Hisar Turnip.Berdasarkan informasi dihimpun, seorang korban tewas sudah berada di Posko BPBD Sibolangit dan akan dibawa ke RSUP H Adam Malik. Laki-laki yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan tanpa pakaian di Sungai Betimus, kawasan Lau Menter, Dusun III, Desa Pongaja, Sibolangit, sekitar pukul 08.00 WIB."Dia (korban) kami temukan di tepi sungai di balik batang pepohonan," kata Sino Ginting (50), warga yang menemukan jasad.Sementara itu, beredar pula informasi terdapat dua korban tewas lain juga telah ditemukan. "Sekarang dua lagi masih dievakuasi dari lokasi," kata Rasyid, seorang warga.Namun kabar ini belum dapat dipastikan pihak SAR. "Yang sudah pasti yang satu. Memang kabarnya sudah ditemukan dua lagi. Tapi belum bisa kita pastikan. Kita tunggu, nanti semuanya sampai di Posko," jelas Hisar.Seperti diberitakan, bencana banjir bandang dan tanah longsor dilaporkan terjadi di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna di Sibolangit, Deli Serdang, Sumut, Minggu (15/5) siang. Sebanyak 20-an wisatawan yang rekreasi di sana dikabarkan masih hilang.Berdasarkan informasi dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, diperkirakan terdapat 76 wisatawan yang berkunjung ke lokasi itu. Mereka didampingi pemandu. Sebanyak 56 mahasiswa sudah berhasil diselamatkan. Mereka dibawa ke posko BPBD Deli Serdang di Bumi Perkemahan Sibolangit. Meski BPBD Deli Serdang menyatakan 20 orang yang masih hilang, beredar daftar nama-nama wisatawan yang hilang berjumlah 21 orang. Di dalam daftar itu tertera nama 16 orang yang disebut sebagai mahasiswa STIKES Flora, dan 3 mahasiswa UMSU dan 2 pemandu wisata.

Rekomendasi