Alami gangguan fungsi hati, perut balita ini terus membesar

Sri divonis dokter menderita Atresia bilier (gangguan hati) sejak berusia 4 bulan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Alami gangguan fungsi hati, perut balita ini terus membesar
Bayi Sri perut membesar. ©2016 Merdeka.com

I Nyoman Kader (57) dan Ni Ketut Buktiyani (43), pasutri asal Tampaksiring, Gianyar, Bali, ini hanya bisa tertunduk pasrah melihat nasib bayi perempuannya. Alami gangguan hati, perut Ni Wayan Sri Devi Maharani (1,5 tahun) semakin membesar.

Sri divonis dokter menderita Atresia bilier (gangguan hati) sejak berusia 4 bulan. Balita dengan berat 8,7 kilogram tersebut semakin hari perutnya semakin membuncit, dengan mata dan tubuhnya yang menguning. Kesedihan semakin mendalam, ketika kedua orangtua Sri tak ada biaya untuk mengobatinya.

"Perutnya pun terus membesar dan membuatnya kesulitan bergerak," terang Buktiyani yang ditemui di kediamannya, Jumat (13/5).

Disebutkan, Sri sudah pernah opname di RSUP Sanglah dan RSU Ari Santi, di desa Mas Ubud Gianyar. Dan kini Sri terpaksa dirawat di rumah lantaran solusi yang diberikan oleh dokter tidak mungkin dilaksanakan. Dokter pernah menganjurkan operasi sedot cairan dan cangkok hati yang biayanya diperkirakan Rp 1 Miliar, namun peluangnya tipis.

"Saya hanya coba pengobatan alternatif. Kami sudah tak berdaya lagi, karena sudah banyak biaya saya habiskan sejak Sri Lahir, " ibanya.

Sri kini hidup tergantung keputusan orang tuanya. Sementara orang tuanya mulai kesulitan memenuhi kebutuhan Balita ini.

"Saya hanya seorang petani dan kadang membuat barang kerajinan. Semenjak Sri lahir, saya tidak bisa kerja maksimal dan hutang menumpuk," tutupnya.

Rekomendasi