Razia terhadap peredaran atribut komunis terus dilakukan jajaran TNI dan Polri di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Hasilnya Polres Sukoharjo menyita empat buah buku berjudul The Missing Link G 30 S dengan sub judul Misteri Sjam Kemaruzzaman & Biro Chusus PKI, di sebuah toko swalayan.Atas temuan tersebut, Komandan Korem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Infantri Maruli Simanjuntak menegaskan pihaknya terus mewaspadai kemungkinan penyebaran ajaran komunisme di wilayahnya."Kami akan terus mewaspadai dan sudah menginstruksikan kepada tujuh Kodim di wilayah Surakarta untuk turun langsung. Penyebarannya bisa dalam bentuk atribut seperti kaos berlambang palu-arit, foto-foto tokoh komunis, serta buku-buku yang memuat ajaran komunisme," ujar Maruli saat dihubungi wartawan, Kamis (12/5).Maruli mengaku sudah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Pasalnya, menurut dia, siswa merupakan sasaran empuk ajaran ini. Pihaknya juga berkoordinasi dengan para guru untuk mensosialisasikan bahwa PKI itu partai terlarang. Logo dan simbol palu aritnya juga tidak boleh dikenakan."Kami juga menyebarkan semua anggota dan tim intelijen untuk memantau kemungkinan adanya gerakan komunisme. Baik lewat peredaran kaos berlambang palu-arit, logo, buku-buku, dan atribut PKI lainnya," pungkasnya.Polres Sukoharjo, Jawa Tengah menyita empat eksemplar buku bermuatan paham komunisme. Buku berjudul The Missing Link G 30 S dengan sub judul Misteri Sjam Kemaruzzaman & Biro Chusus PKI tersebut ditemukan di sebuah toko swalayan di Desa Gentan, Kecamatan Baki.Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai mengatakan, buku yang disita tersebut berisi kisah Sjam Kaharuzzaman. Dia merupakan agen khusus dan saksi peristiwa Gerakan 30 September/PKI tahun 1965, yang belum diketahui fiktif atau nyata keberadaannya."Kami menyita empat buku itu sebagai barang bukti. Tapi kami belum tahu apakah Sjam itu tokoh nyata atau fiktif," ujar Andy.
Aparat gencar razia atribut komunisme di Surakarta
Buku yang disita tersebut berisi kisah Sjam Kaharuzzaman.
Advertisement
Rekomendasi