Kasus aborsi di Bekasi, polisi menemukan tulang di septic tank

Dua kali petugas menguras septic tank. Yang pertama tidak menemukan hasil. Kedua kali petugas mendapati tulang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kasus aborsi di Bekasi, polisi menemukan tulang di septic tank
Lokasi pembuangan janin hasil aborsi Bekasi. ©2016 merdeka.com/adi nugroho

Unit Krimsus Polresta Bekasi Kota, mencari barang bukti kasus dugaan aborsi di sebuah klinik di Jalan Juanda, Kecamatan Bekasi Timur. Polisi melibatkan jasa sedot WC untuk mencari janin di dalam septic tank.Berdasarkan pantauan merdeka.com, sudah dua kali mobil sedot WC menyedot septic tank di sebuah kamar kecil seperti indekos. Sedotan pertama tak ditemukan apa-apa. Saat kedua kalinya, petugas menemukan tulang. Belum jelas apakah itu tulang manusia atau bukan."Ini masih butuh pengujian, jangan disimpulkan dulu ya," kata petugas identifikasi saat mengambil tulang tersebut, Kamis (28/4).Seperti diberitakan, polisi mengungkap kasus itu dilaporkan oleh dua orang warga, A dan M. Di mana keduanya mendapatkan informasi bahwa klinik di depan terminal Bekasi itu melakukan praktik aborsi.Polisi yang mendapatkan laporan segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mendapatkan kebenaran tentang kasus itu. Namun, kini masih dalam penyelidikan. Hingga saat ini belum ada keterangan dari pihak kepolisian soal kasus itu.

Rekomendasi