Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan sudah saatnya Israel dan Indonesia menjalin hubungan diplomatik. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menegaskan keinginan Netanyahu tersebut tak akan terkabul.Sebab, dipastikannya, pemerintah Indonesia tegas berkomitmen untuk memperjuangkan kemerdekaan bagi Palestina. "Enggak mungkin. Karena kita jelas berpihak kepada Palestina. Kita tegas bahwa Palestina memiliki hak untuk merdeka," kata Said di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (31/3). Said menjelaskan, PBNU juga sangat menolak keinginan Netanyahu tersebut. Dia menegaskan PBNU akan berada di garis depan untuk menyatakan penolakan. "Selama Israel masih menggusur desa Palestina, rumah-rumah warga Palestina, kita belum menyetujui ada hubungan bilateral. Selama orang Israel masih merebut tanah Palestina,"
katanya. Seperti diketahui, dilansir dari situs resmi pemerintahan Israel, mfa.gov.li, Senin (28/3) Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyayangkan selama ini Israel-Indonesia terlibat dalam 'perang dingin'.Padahal peluang kerja sama di bidang bisnis maupun alutsista sangat terbuka. Kata dia, sudah saatnya antara Indonesia-Israel terjalin hubungan formal. Di mana peluang kerja sama tersebut dalam bidang teknologi dan pengairan.Sejak Indonesia merdeka, tidak pernah ada upaya penjajakan hubungan diplomatik dengan Israel. Presiden Soekarno memilih memihak pada Palestina, karena pendudukan Israel dianggap tidak sejalan dengan politik bebas aktif Indonesia.
PBNU sebut tidak mungkin Indonesia-Israel punya hubungan diplomatik
"Selama Israel masih menggusur rumah-rumah warga Palestina, kita belum menyetujui ada hubungan bilateral."
Advertisement
Rekomendasi