Presiden Joko Widodo melayat 13 jenazah penumpang helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah. Presiden Jokowi tiba di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 11.30 WIB.Pantauan merdeka.com di lokasi, Selasa (22/3). Jokowi didampingi Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Mensos Khofifah, Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menhan Ryamizard Ryacudu, Menteri PU-Pera Basuki Hadimuldjono, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Istri Jokowi, Iriana tampak menyalami keluarga korban untuk mengucapkan bela sungkawa didampingi Menteri Kesehatan Nila Moeloek.Jokowi mengenakan batik warna coklat dan peci. Jokowi juga menyalami keluarga korban dan mengucapkan bela sungkawa atas meninggal dunia para almarhum.Setelah itu, mereka menjalani upacara pelepasan 13 jenazah untuk pemakaman di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian Jokowi akan melaksanakan kunjungan kerja ke Kalimantan."Kami sebagai Panglima TNI mengucapkan bela sungkawa. Saya juga ditugaskan Presiden untuk menengok ke Poso para korban dan prajurit memberikan spirit (semangat). Lalu Presiden memerintahkan saya untuk menempatkan 13 jenazah di makamkan di Makam Pahlawan. Atas Keputusan Presiden memberikan 13 jenazah kenaikan pangkat luar biasa," kata Jenderal Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan di Lanud Halim, Jakarta, Selasa (22/3).Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla melayat 13 jenazah prajurit TNI yang meninggal dunia saat helikopter milik TNI Angkatan Darat jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 tersambar petir di Poso, Sulawesi Tengah. Jusuf Kalla tiba di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 08.20 WIB.Pria akrab disapa JK menyalami keluarga dan perwira TNI yang melayat di Lanud Halim Perdanakusuma. JK tak berbicara apapun saat melayat prajurit yang gugur dalam Satgas Tinombala di Poso. JK mengenakan kemeja putih dan peci meninggalkan lokasi pukul 08.30 WIB.Sementara 13 jenazah tersebut mendapatkan kenaikan pangkat anumerta dan tanda jasa Bintang Bhayangkara Nararya dari Polri. Mereka berjasa atas tugas Satgas Tinombala memburu kelompok Santoso di Poso.Seperti diketahui, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman menyatakan 13 penumpang helikopter TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 yang jatuh di Poso, Sulawesi Tengah, untuk operasi perbantuan Tinombala. Penyebab jatuhnya heli TNI AD tersebut karena faktor cuaca."Musibah yaitu jatuhnya Helikopter milik TNI AD sedang melaksanakan tugas operasi perbantuan kepada Polri di Poso Pesisir Selatan, Kab Poso Sulawesi Tengah," kata Mayjen Tatang Sulaiman saat konfrensi pers di Mabes TNI, Jakarta, Minggu (20/3).Berikut nama penumpang jatuhnya heli di Poso, Sulawesi Tengah:1. Kolonel (Brigjen) Inf Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl)
2. Kolonel (Brigjen) Inf Heri
3. Kolonel (Brigjen) Inf Ontang R. P.
4. Letkol (Kolonel) Cpm Tedy
5. Mayor (Letkol) Inf Faqih
6. Kapten (Mayor) Dr.Yanto
7. Prada (Pratu) Kiki
8. Kapten (Mayor) Cpn Agung
9. Lettu (Kapten) Cpn Wiradi
10. Lettda (Lettu) Cpn Tito
11. Serda (Sertu) Karmin
12. Sertu (Serka) Bagus
13. Pratu (Praka) Bangkit