Menjaga tradisi cita rasa di tengah modernitas Jakarta

Selain mempertahankan rasa, sang penerus es krim Ragusa juga mempertahankan nuansa tradisional.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Menjaga tradisi cita rasa di tengah modernitas Jakarta
ilustrasi es krim. ©2014 Merdeka.com/shutterstock/Viktor1

Semakin antik semakin menarik, makin tua makin dicari. Mungkin kalimat tersebut menggambarkan tempat-tempat jajanan di Jakarta yang berusia puluhan tahun, bahkan mendekati usia seabad.

Siapa yang tak kenal Es Krim Ragusa. Toko es krim yang terletak di Jalan Veteran, Jakarta Pusat ini sudah berdiri puluhan tahun lalu. Meski berusia senja, es krim yang tetap mempertahankan rasanya ini tak kurang peminat, bahkan makin dicari.

"Rasa es krim itu tidak pernah diganti dan tidak ada rasa seperti green tea ataupun matcha, es yang rasa seperti itu kan bukan rasa Italia," demikian kata Sias Mawarni, pemilik sekaligus pewaris es krim Ragusa, saat berbincang-bincang dengan merdeka.com, Jumat (18/3) kemarin.

Selain mempertahankan rasa, sang penerus es krim Ragusa juga mempertahankan nuansa tradisional, seperti tidak menggunakan AC di tokonya.

Tak cuma es krim Ragusa, beberapa toko, kedai, rumah makan jadul juga banyak bertebaran di Jakarta. Kebanyakan mereka mengusung tema tradisional, namun tak meninggalkan unsur-unsur modern.

Seperti yang bisa kita lihat di toko Jaku Mentjos, yang terletak di Salemba Tengah, Jakarta Pusat. Meski menjual berbagai jamu tradisional, namun dikemas dengan cara modern, termasuk cara penyajiannya.

Kedai yang dimiliki oleh Horatius Romuli atau yang biasa dipanggil Pak Mentjos ini adalah genarasi ketiga yang tetap mempertahankan jamu tradisional. Romuli selalu melayani pengunjungnya pada pukul 19.00 WIB untuk sekadar konsultasi soal jamu atau racikan apa yang cocok untuk meningkatkan stamina.

"Kedai ini sudah generasi ke-3 dan ramuan jamu Bukti Mentjos sudah dari zaman kakek dan nenek saya, kemudian orang tua dan sekarang saya yang ditunjuk untuk meneruskannya," kata Horatius ketika ditemui merdeka.com di kedainya, Jalan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (17/3) malam.

Seiring dengan modernitas Jakarta yang kian memadati semua lini kehidupan ibukota, ternyata masih ada segelintir orang yang tetap mempertahankan tradisi, meski dalam skup yang sangat kecil: makanan.

Merdeka.com pada tulisan tematik kali ini mengangkat tempat-tempat makan atau minum di Jakarta yang berusia puluhan tahun tapi tetap menjaga keaslian rasa serta tradisi. Selamat membaca!

Rekomendasi