Ikut seminar di sekolah, ibunda bocah korban cabul Begeng histeris

Dirinya tak kuasa menahan sedih dan air mata ketika mendatangi sekolah Jamal.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Ikut seminar di sekolah, ibunda bocah korban cabul Begeng histeris
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Sepekan lebih Jamaludin (7) meninggalkan keluarganya. Dia adalah siswa kelas I SDN Beji 3 yang menjadi korban penculikan disertai pembunuhan yang dilakukan Juniar Arifin alias Begeng (35). Hingga kini, duka masih menyelimuti Jubaedah, ibu Jamal. Ketika diadakan seminar di sekolah Jamal, Jubaedah menangis histeris.Berkali-kali dia meminta agar pelakunya diberi hukuman mati. Dirinya tak kuasa menahan sedih dan air mata ketika mendatangi sekolah Jamal. Sebelum ditemukan tewas, Jubaedah sempat melihat anak bungsunya itu di sekolah untuk terakhir kalinya. "Sabtu pagi (6/2) saya masih sempat antar dia sekolah. Saya enggak nyangka ya Allah, jika itu adalah hari terakhir saya melihat dia bercanda. Ya Allah, saya enggak kuat," kata Jubaedah, Jumat (19/2).Dirinya mengaku masih sangat sedih jika mengenal Jamal. Kedatangan Jubaedah ke sekolah anaknya itu atas undangan dari Dinas Pendidikan dan Polisi sebagai salah satu tamu dalam agenda dialog pencegahan terjadinya kejahatan terhadap anak. Setiap bertemu polisi dia selalu meminta Begeng dihukum mati. "Saya mohon, hukum mati dia biar enggak adalagi korban seperti anak saya," katanya.Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila mengatakan, kegiatan dialog antara siswa, wali murid, dinas pendikan dan kepolisian ini bertujuan untuk mengawasi dan mencegah adanya korban kejahatan yang bisa mengintai anak dibawah umur. Tujuannya untuk membentengi siswa agar terhindar dari aksi kejahatan. "Tadi juga sudah diberikan tips bagaimana menghindari aksi penculikan maupun aksi kejahatan seksual," kata Herry.

Rekomendasi