Valetine Day, 21 gembok cinta huni Taman Vertical Garden Kota Malang

Kendati sudah dinyatakan bukan sebagai gembok cinta lagi, banyak remaja dan para muda-mudi yang ramai-ramai berfoto.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Valetine Day, 21 gembok cinta huni Taman Vertical Garden Kota Malang
Gembok cinta huni taman vertical garden Kota Malang. ©2016 Merdeka.com

Lokasi gembok cinta di Jalan Veteran Kota Malang telah difungsikan sebagai taman vertikal garden. Frame warna merah muda itu sudah diganti fungsi setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang memprotesnya.Namun ternyata gembok yang terpasang di tempat tersebut terus bertambah. Saat Valentin Day, 14 Februari 2016 terhitung sebanyak 21 gembok dari 13 gembok saat terakhir ditutup oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang.Kendati sudah dinyatakan bukan sebagai gembok cinta lagi, banyak remaja dan para muda-mudi yang ramai-ramai berfoto selfie dan groupie. Letaknya di taman membuat masyarakat terpikat dengan warna pink berikut frame bertuliskan Ngalam, I'm in Love itu."Asyik-asyik saja untuk foto-foto, apalagi tempatnya kan di taman. Sudah lama tahunya sih tapi baru sekarang bisa foto-fotonya," kata Resti saat ditemui di frame Ngalam I'am in Love, Jalan Veteran Kota Malang, Mingga (14/2) malam.Ngalam, I'm in Love dipasang pada 30 Desember 2015 dengan meniru ala jembatan Pont Des Invalides di atas Sungai Seine, Paris atau juga Namsan Tower, Seoul. Di tempat aslinya dipercaya bisa menjaga cinta sejati sepasang kekasih yang menulis nama mereka digembok.Konsep gembok cinta itupun sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial hingga mendatangkan protes dari masyarakat. Keberadaannya dipandang memberikan fasilitas remaja untuk berpacaran, apalagi lokasinya yang berada di seputaran kawasan pendidikan."Tahu sih kalau ramai di media sosial, tetapi semakin menambah penasaran. Tapi fun-fun saja bisa berfoto di sini. Apalagi kalau malam, cahayanya bagus ditambah lampion-lampion," kata Lala warga Dinoyo, Kota Malang.Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang KH Baidlowi Muslich merekomendasikan penutupan tempat tersebut. Jika memang tujuannya tidak jelas, terlebih dapat meresahkan masyarakat terutama orangtua, lebih baik ditutup saja."Dikhawatirkan keberadaan Gembok Cinta bisa melemahkan nilai Islami dan seolah memberi izin (hal negatif)," katanya, Rabu (6/1).Apalagi, kata Baidlowi, para ulama sekarang sedang membangun karakter masyarakat Kota Malang yang Islami, hanya saja budaya-budaya yang tidak Islami seolah-olah difasilitasi pemerintah.Usai mendapat protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, frame Ngalam, I'm in Love akan difungsikan sebagai taman vertikal. Kawat berlogo cinta yang digunakan sebagai tambatan Gembok Cinta selanjutnya akan dipasangi pot-pot bunga.Kepala Dinas Pertamanan (DKP) Kota Malang Erick S Santosa pun mengungkapkan, pihaknya sedang mengembangkan taman vertikal di beberapa lokasi. Frame dengan dominan warna merah muda itu sebenarnya disiapkan untuk taman vertikal."Jadi di sana kita gantungkan pot-pot bunga. Memang pot-pot bunganya sedang kita tata sekarang ini. Rencananya hari ini akan kita pasang," kata Erick di Balaikota Malang, Kamis (7/1).Erick menambahkan, sejak diresmikan Rabu (30/1) tempat tersebut sebetulnya bukan diperuntukkan buat muda-mudi menyematkan gembok sebagai tanda janji setia tetap abadi. Namun karena anak muda Kota Malang begitu kreatif dan apresiasi, sehingga banyak gembok digantungkan di tempat tersebut."Tapi memang anak muda Kota Malang rupanya kreativitasnya luar biasa. Sehingga ram-raman kawat itu digandoli gembok juga. Padahal itu nanti digandolinya bukan gembok tetapi pot-pot bunga," katanya.Keberadaan gembok yang terlanjur tergantung, Erick mengaku tidak akan mencopotnya. Karena gembok-gembok itu tidak mengganggu fungsi vertical garden. Hingga kini pun gembok itu terus bertambah.

Rekomendasi