Jadi kontroversi, Gembok Cinta di Malang jadi vertical garden

Keberadaan taman yang ada Gembok Cinta itu dinilai MUI melegalkan muda-mudi untuk berbuat mesum.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Jadi kontroversi, Gembok Cinta di Malang jadi vertical garden
Gembok cinta di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Usai mendapat protes dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, frame Ngalam, I'm in Love akan difungsikan sebagai taman vertikal. Kawat berlogo cinta yang digunakan sebagai tambatan Gembok Cinta selanjutnya akan dipasangi pot-pot bunga.Kepala Dinas Pertamanan (DKP) Kota Malang Erick S Santosa mengungkapkan, pihaknya sedang mengembangkan taman vertikal di beberapa lokasi. Frame dengan dominan warna merah muda itu sebenarnya disiapkan untuk itu."Di situ akan kita pasang vertikal garden. Jadi di sana kita gantungkan pot-pot bunga. Memang pot-pot bunganya sedang kita tata sekarang ini. Rencananya hari ini akan kita pasang," kata Erick di Balaikota Malang, Kamis (7/1).Erick menambahkan, sejak diresmikan Rabu (30/1) tempat tersebut sebetulnya bukan diperuntukkan buat muda-mudi menyematkan gembok sebagai tanda janji setia tetap abadi. Namun karena anak muda Kota Malang begitu kreatif dan apresiasi, sehingga banyak gembok digantungkan di tempat tersebut."Tapi memang anak muda Kota Malang rupanya kreatifitasnya luar biasa. Sehingga ram-raman kawat itu digandoli gembok juga. Padahal itu nanti digandolinya bukan gembok tetapi pot-pot bunga," katanya.Tetapi, hal itu merupakan ekspresi anak muda, yang tidak perlu disalahkan. Karena itu, segera akan dipasang bunga-bunga di kawat tersebut."Pagi ini sudah perjalanan ke sana," tegasnya.Capture Taman Kota Malang, kata Erick, ada beberapa macam salah satunya narasi Ngalam, I'm in Love. Narasi ini dibuat untuk menunjukan kecintaan pada Kota Malang. Simbol cinta tidak selalu diartikan dengan lawan jenis, laki-laki dan perempuan. Tetapi merupakan bentuk simbolis, kecintaan pada Kota Malang."Makanya di situ bukan I love you, tapi Ngalam I'am in Love. Warga Malang itu kan punya cinta yang luar biasa pada Malang," katanya.Pihaknya berharap masyarakat Kota Malang memiliki rasa memiliki dan peduli. Salah satu bentuknya adalah kepedulian pada fasilitas-fasilitas di tempat publik. Tentunya dengan memperhatikan norma susila.Namun saat ditanya tentang keberadaan gembok yang terlanjur tergantung, Erick mengaku tidak akan mencopotnya. Karena gembok-gembok itu tidak mengganggu fungsi vertical garden."Jumlah gembok hanya beberapa, itupun tidak mengganggu vertical garden yang kita siapkan," tegasnya.Sebelumnya, keberadaan taman yang ada fasilitas Gembok Cinta itu dipersoalkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang. Ketua MUI Kota Malang, KH Baidlowi Muslich menilai, adanya fasilitas Gembok Cinta itu memberi kesan para muda-mudi untuk melakukan tindak asusila."Kami akan segera mendatangi lokasi untuk melihat seperti apa. Jika memang tujuannya tidak jelas, terlebih dapat meresahkan masyarakat terutama orangtua. Maka kami akan memusyawarahkan di MUI," katanya melalui sambungan telepon, Rabu (6/1).

Rekomendasi