Sri Sultan Hengku Buwono X menyampaikan dawuh raja di hadapan abdi dalem dan keluarga besar. Pengamat Politik Keraton Yogyakarta, Bayu Dardias yang juga dosen jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada menilai, dawuh raja sebagai langkah sultan terkait suksesi raja Ngayogyakarta."Ini masih berhubungan dengan suksesi dan juga sabda raja dan sabda tama sebelumnya. Saya melihat ini menjaga kesolidan dan konsolidasi," katanya saat dihubungi, Kamis (31/12).Sultan juga disebut ingin menegaskan kepada bawahannya bahwa loyalitas itu ditujukan kepada dirinya, bukan yang lain."Ada perbedaan dalam menerjemahkan loyalitas ini, ada yang menyebutkan loyalitas terhadap raja, ada juga loyalitas terhadap budaya dan paugeran. Sama seperti loyal kepada presiden atau pada UUD. Di sini sultan ingin menegaskan jika loyal itu harus kepada raja," ujarnya.Bayu melanjutkan dalam tataran ideal, seharusnya loyalitas tersebut berjalan seiringan antara loyalitas terhadap paugeran dan kepada sultan. Melalui dawuh raja itu sultan menegaskan jika loyalitas itu harus kepada sultan sebagai raja."Saya setelah dawuh raja tadi sempat ngobrol dengan Romo Nur di Keraton, menurut dia soal loyalitas itu harusnya kepada Sultan, karena yang tertinggi di Keraton itu Ngarso Dalem. Mereka yang menerima gaji, jabatan dan fasilitas itu harusnya loyal kepada sultan," tambahnya.Selain menegaskan loyalitas tersebut, lewat dawuh raja tersebut sultan juga ingin menjaga kesolidan para rayi dalem, sentono dalem dan abdi dalem.
Dawuh raja disebut sebagai langkah sultan memuluskan suksesi raja
Sultan dinilai ingin menegaskan kepada bawahannya bahwa loyalitas itu ditujukan kepada dirinya, bukan yang lain.
Rekomendasi