Terompet bersampul Alquran juga beredar di Lhokseumawe

Terompet tersebut ditemukan saat razia antisipasi Malam Tahun Baru, Rabu malam hingga Kamis dini hari.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Terompet bersampul Alquran juga beredar di Lhokseumawe
terompet turutu. ©2015 merdeka.com/chandra iswinarno

Pihak kepolisian menyita terompet bersampul Alquran yang dijual pedagang di pusat pasar Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Wakapolres Lhokseumawe Kompol Isharyadi mengatakan, selain menyita terompet, pihaknya juga mengamankan penjualnya untuk dimintai keterangan.Menurutnya, terompet berbahan kertas bertuliskan ayat Alquran tersebut ditemukan saat melakukan razia antisipasi Malam Tahun Baru, Rabu malam hingga Kamis dini hari."Tadi waktu sedang razia, personel kita menemukan adanya terompet yang berbahan kertas Alquran sebanyak empat unit dan langsung diamankan. Selain itu, penjualnya juga ikut dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk diberikan pembinaan," ujar Isharyadi di Lhokseumawe, Kamis (31/12).Pihaknya akan melakukan upaya-upaya pengusutan tentang persoalan terompet tersebut, sehingga penemuan tersebut tidak kembali terjadi dikemudian harinya.Sementara itu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, mengaku sangat menyesali terkait adanya terompet berbungkus Alquran. Wakil Ketua I MPU Kota Lhokseumawe Tgk Zulkifli Ibrahim mengatakan, seharusnya perbuatan tersebut tidak perlu terjadi."Kami sangat menyesali terhadap adanya terompet yang bertuliskan ayat-ayat Alquran, seperti yang ditemukan pada malam itu. Karena telah merusak kerukunan antar umat beragama," ujar Zulkifli.MPU Kota Lhokseumawe berpesan, kepada pihak-pihak yang melakukan penghinaan terhadap umat Islam, untuk selalu menghargai kerukunan beragama dan tidak perlu memancing kemarahan umat Islam.Kepada seluruh umat Islam juga perlu diimbau untuk tetap bersabar dan jangan terpancing dengan propaganda yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggungjawab, seperti terompet yang berbungkus dengan kertas yang bertuliskan ayat Alquran.Sementara itu, dalam razia yang dilakukan oleh petugas gabungan tersebut, juga ikut diamankan 18 orang yang tersandung masalah perjudian, serta pemilik cafe yang tidak ada izin dan juga beberapa wanita. Semuanya dibawa ke Mapolres Lhokseumawe untuk diberi pembinaan.

Halaman
Rekomendasi