Kemenag diminta jelaskan soal sampul Alquran buat bahan terompet

Sebelumnya 2,3 ton kertas bertuliskan arab untuk bahan terompet merupakan sisa proyek Kemenag.

Parwito
Oleh Parwito - Reporter
Kemenag diminta jelaskan soal sampul Alquran buat bahan terompet
terompet berbahan baku sampul alquran. ©2015 Merdeka.com

Gerakan Pemuda (GP) Anshor wilayah Jawa Tengah mendesak Kementerian Agama memberikan sikap tegas terkait ditemukannya sejumlah terompet berbahan sampul kertas bertuliskan arab di beberapa daerah. GP Anshor melihat pentingnya Kemenag menyelidiki peredaran terompet itu karena pencetakan dan peredaran tulisan arab harus melalui proses koreksi pihak Kemenag."Artinya, peredaran sisa atau afkiran sampul Alquran, yang berdasarkan info yang kami peroleh dalam jumlah 2 ton lebih. Kemudian digunakan jadi terompet ini hampir dipastikan tidak terlepas dari percetakan mushaf Alquran yang terdaftar di Kemenag RI. Kenapa ini bisa terjadi? Maka Kemenag perlu angkat bicara," kata Pimpinan GP Anshor wilyah Jawa Tengah, Ikhwanuddin kepada Merdeka.com, Rabu (30/12).Dengan ditemukannya peredaran terompet itu, GP Anshor wilayah Jawa Tengah, meminta Muslim mewaspadai upaya pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin menghasut dan membuat resah umat."Terhadap semua hal tersebut, dimohon untuk tidak main hakim sendiri, melainkan menyerahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku," terangnya.Sementara itu, sekertaris Pimpinan Wilayah (PW) GP Anshor Jawa Tengah Sholahudin Aly menyerukan kepada cabang-cabang Ansor-Banser se-Jawa Tengah untuk secara pro-aktif mencegah merebaknya hal-hal yang meresahkan umat dengan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum setempat."PW Ansor Jawa Tengah meminta kepada kepolisian untuk tidak menganggap 'kasus terompet' sebagai hal sepele dan melakukan pembiaran tanpa ada proses hukum yang jelas," tuturnya.Mengingat, Sholahudin Aly menambahkan kasus-kasus serupa lainnya semacam ini sudah terjadi berulang kali dan berpotensi menyulut kemarahan muslim. Untuk itu, PW Ansor Jawa Tengah mendukung aparat kepolisian untuk bertindak tegas mengusut 'kasus terompet' maupun kasus lainnya yang sejenis, mengungkap motifnya serta menindak secara hukum."Dalam kaitannya dengan menghadapi pergantian akhir maupun awal tahun baru, kader Ansor-Banser Jawa tengah diharapkan ikut aktif mencegah terjadinya berbagai tindak kerawanan yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat," pungkasnya.Sebelumnya, sampul Alquran yang dijadikan terompet dan marak diperjualbelikan telah menghebohkan masyarakat di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia. Sampul kitab suci itu ternyata merupakan limbah cetakan CV Aneka Ilmu, perusahaan percetakan yang berkantor di Lingkungan Industri Kaligawe (LIK) Kota Semarang, Jawa Tengah.CV Aneka Ilmu Semarang merupakan perusahaan rekanan Kementerian Agama RI pada tahun 2013 yang saat itu dipimpin oleh Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA). Saat itu, CV Aneka Ilmu menjadi pemenang tender pembuatan 1.630.000 Alquran dan 800 juzz Amma."Dalam perjalannya, ada lebih dari 200 ribu sampul Alquran yang tersisa dari proyek tersebut. Kertas sisa pembuatan Alquran tersebut kita simpan di gudang dan sempat terkena bencana banjir di Kawasal LIK Kota Semarang," tegas pemilik sekaligus Direktur Utama CV Aneka Ilmu Semarang, Suwanto kepada wartawan Rabu (30/12) di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Rekomendasi