Kuasai banyak ilmu spiritual, Ki Awan lebih suka jadi penyembuh

Jika dokter tidak mampu, dia bersedia untuk mengumpulkan semua kekuatan demi membantu kesembuhan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kuasai banyak ilmu spiritual, Ki Awan lebih suka jadi penyembuh
Pusaka pawang hujan. ©2015 Merdeka.com/desi

Paranormal gaul berparas tampan, Ki Awan memang menguasai banyak ilmu gaib. Akan tetapi dari semua ilmu yang dia punya, bapak tiga anak itu lebih senang menggunakan kesaktiannya untuk pengobatan. Dia berdalih, kesembuhan dan kesehatan orang sangat penting dari pada apa pun.Atas izin Tuhan, Ki Awan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit baik medis atau non medis. "Kaya orang terkena santet, teluh saya bisa. Bahkan pengobatan medis juga, kaya flu, maag, sakit kepala, yang lainnya," ungkap Ki Awan, saat berbincang dengan merdeka.com, di kantornya bilangan Thamrin, Jakarta, pekan kemarin.Tapi, dia juga selalu menyarankan terlebih dahulu ke dokter jika pasiennya mengeluh sakit medis. Jika dokter tidak mampu, dia bersedia untuk mengumpulkan semua kekuatan demi membantu kesembuhan pasiennya. Dia tak ingin setiap orang yang sakit langsung datang ke dukun atau paranormal."Kalau sakit medis biasanya saya tanya dulu, 'udah ke dokter belum?'. Saya selalu sarankan pertama ke dokter dulu. Saya nggak mau kalau langsung ke saya. Kalau sakitnya masih bisa ditangani oleh dokter kenapa ke dukun kan? kecuali emang udah ke dokter tapi nggak sembuh-sembuh baru saya bantu. Saya selalu ingin tanamkan segala sesuatu yang masuk akal,jadi ngga melulu ke hal magic. Kalau kaya di kantor misalnya ada yang ngeluh 'aduh kepala saya sakit banget dari semalem' nah saya suka bantu karena dia belum sempat periksa kan?," ujarnya.Soal pengobatan, dia juga mengatakan bahwa semua pasien tidak mesti datang atau bertemu dengannya. Ki Awan bisa melakukan pengobatan dari jarak jauh, dengan cara si pasien mengirimkan foto kepadanya."Nggak harus datang, kalau jauh bisa kirim aja foto lewat Whatsapp atau BBM. Dari sini saya bantu ambil khodamnya (kalau ada khodam)," kata Ki Awan.Bahkan, dia juga tidak terlalu mematok bayaran jika penyakit tersebut tidak terlalu serius. Sebab, dia berfikir tak ingin memanfaatkan pasein yang sedang membutuhkan pertolongannya."(Upah pengobatan) ada yang free, kalau harus bayar ya bayar. Kita enggak mau ada tipu menipu. Misalnya, penyakit yang bisa kita obatin, kita bilang bisa. Tapi kalau enggak bisa, kita bilang enggak mampu," ungkapnya.Menurut Ki Awan, dia hanya ingin membantu sesama manusia melalui kemampuannya. Dirinya juga yakin jika membangun integritas bagus, pasien akan senang."Niat saya tulus ingin membantu, apa lagi membantu orang yang sedang sakit. Kita punya kemampuan lebih buat apa kalau bukan membantu ikhlas sesama manusia," imbuh Ki Awan.

Rekomendasi