Selain magic, Ki Awan sukses jadi pawang hujan

orang yang memiliki tenaga dalam atau bioenergi cukup besar bisa mempengaruhi medan magnetik, termasuk awan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Selain magic, Ki Awan sukses jadi pawang hujan
Pusaka pawang hujan. ©2015 Merdeka.com/desi

Ki Awan memang pantas disebut paranormal gaul. Sebab, secara penampilan dia berbeda dengan paranormal atau dukun lainnya. Tak hanya itu, dia pun selalu ingin menyampaikan kesakitan yang dimilikinya secara masuk akal alias rasional.Selain terkenal dengan berbagai kemampuan magic nya, Ki awan juga dikenal sebagai pawang hujan hebat. Terbukti dengan banyaknya perhelatan besar yang sukses menggunakan jasanya untuk menahan atau menggeser hujan."Saya pernah berhasil nahan hujan seperti proyek galian tanah, lapangan golf, dan tentunya pesta pernikahan," katanya, kepada merdeka.com, pekan kemarin.Secara gamblang Ki Awan menjelaskan proses menahan atau menyingkirkan hujan. Proses ini dia jelaskan secara ilmiah agar mudah dipahami oleh orang yang kurang percaya terhadap ilmu gaib.Ki Awan menjelaskan, sebenarnya bukan hujan yang ditahan atau disingkirkan melainkan awan. Berdasarkan pengertian ilmiah, kata dia, awan adalah sekumpulan uap air hasil evaporasi (penguapan), di mana di dalamnya terdapat muatan elektron."Nah muatan elektron inilah yang dimanfaatkan oleh pawang hujan untuk dimanipulasi, tentu dengan treatment-treatment tertentu," jelasnya.Menurut Ki Awan, orang yang memiliki tenaga dalam atau bioenergi cukup besar bisa mempengaruhi medan magnetik benda lainnya, termasuk awan."Untuk itulah dengan memainkan Medan magnetik, pawang hujan dapat mendorong, memindahkan, menahan, bahkan menurunkan atau menyedot (menjadi hujan). Atau sekedar mendatangkan awan dari daerah lain," terang pria yang juga suka dengan modifikasi mobil ini. Lebih lanjut Ki Awan menuturkan, selain tenaga dalam atau bioenergi, cara lain untuk menahan awan dengan tenaga batin. "Tenaga batin diperoleh melalui kekuatan doa atau wiridan atau juga rapalan mantera," tuturnya.Untuk menggunakan jasanya sebagai pawang hujan, dia tidak memasang tarif yang sangat mahal. Harga yang diberikannya masih terjangkau oleh berbagai kalangan."Kalau untuk 3 jam mulai dari Rp 1 sampai Rp 1,5 juta. 6 Jam harganya Rp 2 sampai Rp 2,5 juta, terus 12 jam itu harganya Rp 2,5 sampai Rp 3 juta. Kalau 24 jam itu harganya Rp 3 hingga Rp 5 juta. Nah kalau lebih dari 24 jam itu nego-nego lah," urainya.

Rekomendasi