Umur T-50i jatuh masih muda, TNI AU akan usut dari lima sisi

TNI AU enggan berspekulasi terkait penyebab insiden itu.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Umur T-50i jatuh masih muda, TNI AU akan usut dari lima sisi
Pesawat Golden Eagle jatuh. ©2015 merdeka.com/istimewa

Jatuhnya pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara jenis Golden Eagle T50i saat ini tengah diusut. Meski umur pesawat itu masih muda, tetapi mereka akan menyelidiki insiden itu dari lima sisi."Kalau kita bicara ini ada 5M yang kita bicarakan. Pertama dari manusianya, kemudian mesin atau peralatannya, kemudian media, misi, dan manajemennya," kata kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau), Marsekal Pertama TNI Dwi Badarmanto, dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (20/12).Untuk melakukan pengusutan penyebab insiden ini, pihak TNI AU sudah membentuk tim panitia penyelidik kecelakaan pesawat terbang (PPKPT). Namun, Dwi enggan berandai-andai terkait penyebab jatuhnya pesawat buatan Korea Selatan itu.Sementara itu, lanjut Dwi, kelima indikator itu nantinya akan diperiksa satu persatu oleh tim PPKPT, supaya mendapatkan kepastian penyebab insiden."Nah ini oleh tim investigasi akan dikaji satu persatu. Bagaimana manusianya dalam hal ini pilotnya. Bagaimana psikologinya saat sebelum terbang. Dari M5 itulah tim investigasi mencari persoalan secara detail," ujar Dwi.Pesawat Jet T50i Golden Eagle jatuh di dekat Lanud Adisucipto, Yogyakarta pukul 09.53 WIB tadi. Pilot Letkol Penerbang Marda Sarjono, dan Ko-pilot Kapten Penerbang Dwi Cahyono dari Skadron Udara 15 Madiun gugur dalam kecelakaan ini.

Rekomendasi