Salah seorang buruh penggali sumur bernama bernama Randy Tatoya (22), warga lingkungan X Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Manado, tewas saat sedang menguras sumur di Perumahan BTN AL, Kelurahan yang sama, Kamis (10/12). Diduga korban kehabisan oksigen saat berada di dasar sumur.Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban selesai beristirahat makan siang sekitar pukul 13.00 WITA dan langsung turun ke dasar sumur untuk meneruskan pekerjaan yang telah dilakukan sejak pagi hari. Saat itu korban bersama 3 orang saudaranya masing-masing bernama Albert Tatoya (43), Roby Tatoya (50) dan Christofel Makaru (32) sedang menguras sumur milik Rein Tombek.Kira-kira usai minum teh, Albert yang berada di permukaan mendengar suara seperti orang yang sesak nafas. Dia pun melongok ke bawah sumur berkedalaman sekitar 18 meter tersebut karena yakin suara yang didengarnya berasal dari dalam sumur. Berteriak memanggil nama korban dan bertanya apa yang terjadi namun tak ada jawaban. Penasaran, Albert turun untuk memastikan keadaan korban dan ia mendapati korban sedang terkulai lemas dengan nafas tersengal-sengal. Dia pun berupaya mengevakuasi korban dengan cara mengikat tubuh korban dan menariknya ke atas. Namun upaya tersebut gagal lantaran tali pengikat terlepas ketika korban hampir mencapai permukaan sumur.Lantaran mulai keletihan, Albert terpaksa naik ke atas dan meninggalkan korban yang terhempas kembali ke dasar sumur. Ia pun merasa mulai sesak nafas.Setelah mencapai permukaan, Albert dan saudaranya memberitahu kejadian tersebut ke warga sekitar dengan maksud mendapat pertolongan. Namun warga pun tak dapat berbuat banyak lantaran takut mengalami sesak nafas seperti yang dialami korban. Akhirnya, warga memutuskan untuk menghubungi Basarnas Sulut.Tiba di lokasi kejadian, Tim langsung mengevakuasi korban yang telah dalam keadaan meninggal. Korban berhasil diangkat dari dalam sumur sekitar Pukul 15.30 WITA. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk divisum, namun atas permintaan keluarga, jasad korban langsung dibawa pulang untuk dimakamkan.Humas Basarnas Sulut Fery Ariyanto saat ditanyai wartawan mengatakan, diduga korban meninggal karena kehabisan oksigen."Korban berada di kedalaman 18 meter di dalam sumur. Semakin dalam sumur maka oksigen akan semakin menipis. Mungkin inilah salah satu penyebab korban meninggal," jelas Fery.
Sedang menguras sumur, buruh tewas kehabisan oksigen
Rekan korban sempat hendak mengevakuasi, namun gagal karena minimnya peralatan.
Advertisement
Rekomendasi