Bingkisan SBY tertolak di Pertapaan Bancolono

Patung hendak diserahkan SBY di pertapaan itu mendadak hancur setelah diturunkan dari mobil.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Bingkisan SBY tertolak di Pertapaan Bancolono
Pertapaan Bancolono. ©2015 merdeka.com/arie sunaryo

Kisah soal mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengunjungi pertapaan Eyang Bancolono atau petilasan Raja Majapahit, Brawijaya V, di Gunung Lawu dibenarkan oleh sejumlah pihak. Namun, soal tujuan dan apa yang dilakukan pria akrab disapa SBY itu, tak satupun orang mengetahuinya.Kasi Pembangunan Desa Gondosuli, Amran Guaning Marjuki mengatakan, dia pernah mengetahui Presiden RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 itu mengunjungi pertapaan Bancolono. Namun, soal jumlah kunjungannya, Amran mengaku tak mengetahuinya."Betul, Pak SBY pernah ke sini (Pertapaan Bancolono) dulu tahun 2004, waktu mau pilihan presiden pertama, ngapain saya tidak tahu. Setelah itu saya tidak tahu lagi apakah beliau ke sana atau tidak," kata Amran.Suryani (36), salah satu pedagang kaki lima di Cemoro Sewu membenarkan SBY pernah beberapa kali berkunjung ke petilasan Brawijaya V itu. Namun, dia juga tidak tahu apa kepentingan SBY ke tempat dikeramatkan itu."Kalau ke sana malam mas, biasanya pas hari pasaran. Malam Selasa atau Jumat Kliwon. Biasanya enggak banyak rombongannya, cuma beberapa orang saja," kata Suryani.Juru Kunci Pertapaan Bancolono, Mbah Sarju membenarkan hal itu. SBY pernah beberapa kali datang ke pertapaan. Selain memberikan bantuan, SBY juga berdoa di tempat itu. Bahkan pernah memberikan hiburan rakyat dengan cara menggelar wayang. Namun, Mbah Sarju tak mengetahui apakah acara wayang itu sebagai bentuk rasa syukur karena terkabul doa dan keinginannya, atau hanya sekedar pagelaran budaya."Pak SBY sabane mriku kok, kulo wonsal wansul meruhi. Sing numbaske patung niku nggih pak SBY (Pak SBY sering ke situ, saya sering lihat. Yang beliin patung itu juga pak SBY). Dulu pas rame-ramenya Pak SBY dijuluki 'Nyudo Nyawa' nggih mriki (juga ke sini)," kata Mbah Sarju.Cerita unik masih diingat pria 3 anak dan 3 cucu ini, adalah saat SBY akan memberikan bantuan berupa patung. Namun, saat diturunkan dari mobil, patung dibawa SBY malah hancur. Konon, patung akan disumbangkan tersebut merupakan patung kejawen Yogyakarta. Padahal Gunung Lawu lekat dengan cara kejawen Solo."Riyin pas pak SBY numbaske patung kliru cara kejawen Jogja, pas mudun mobil langsung remuk. Mriki niku kedahe cara kejawen Solo. (Dulu waktu Pak SBY membelikan patung, keliru cara kejawen Yogya, saat turun dari mobil patungnya langsung hancur. Di sini harusnya pakai cara Jawa Solo)," tutup Mbah Sarju.

Rekomendasi