Dikenal periang, Febby sejak kecil sudah bercita-cita jadi pilot

Kepergian Kopilot Aviastar, Febby menyisakan kenangan yang mendalam bagi keluarga.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dikenal periang, Febby sejak kecil sudah bercita-cita jadi pilot
Keluarga CO-Pilot Aviastar. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Suasana duka masih menyelimuti rumah nomor 10 B di Kompleks Perumahan Korem Jalan Majapahit Kuta. Di rumah ini orang tua Co-Pilot pesawat nahas Aviastar, Yudhistira Febby Aryanto, tinggal.Seusai tahlilan, warga di lingkungan perumahan ini masih terlihat berbincang-bincang hingga tengah malam. Banyak cerita dituturkan kerabat dekat almarhum Febby. Dari mulai tantenya, adik kandungnya hingga eyangnya sendiri bercerita mengenang masa-masa Febby sebelum berkeluarga.‎Serambi menikmati secangkir kopi panas yang disuguhkan, nampak beberapa warga begitu asyik mendengar cerita keluarga almarhum sambil bersimpuh di lantai beralaskan karpet. Tidak dijelaskan apakah di perumahan ini adalah pemukiman keluarga militer, pastinya ayahanda Febby yang juga almarhum dimakamkan di taman Makam pahlawan Margarana Tabanan bersama dengan Makam Pahlawan Kolonel I Gusti Ngurah Rai."Almarhum cucu saya ini persis banget sifatnya seperti papanya. Periang, ulet murah senyum dan jarang mengeluh," tutur kakek Febby, Harjomo Seputro, saat ditemui di rumah duka, Jalan Majapahit, Perum Korem Plasa, B-10, Kuta, Bali, Rabu (7/10) malam.Semasa kecil, kata dia, Febby, pria kelahiran Denpasar, 26 Februari 1976 itu tidak pernah mengungkapkan untuk bercita-cita jadi pilot. Namun kegemarannya main pesawat-pesawatan."Menjadi pilot itu dukungan dari ayahnya (Bambang Maryanto). Ayahnya yang bercita-cita menjadi pilot, tapi karena tidak tercapai, jadi cita-citanya itu diarahkan ke Febby," ungkapnya.Kesenangan Febby terhadap dunia penerbangan mulai tampak semasa ia remaja. Saat itu ia bersekolah SMA di Santo Josep, (dulu SMA Swastyastu), Denpasar. Harjomo menjelaskan saat Febby remaja ketika pergi berjalan-jalan dengan teman-temannya sering membeli pesawat mainan."Koleksinya mainan pesawat. Setiap pergi ke suatu tempat dibelinya ya mainan pesawat, entah di mana disimpan semua koleksinya," ungkap Harjomo yang disapa Eyang ini.Dituturkan eyang, Febby pernah mengenyam bangku perguruan tinggi di Politeknik Negeri Bali. Namun kuliahnya itu tidak ia teruskan lantaran melanjutkan pendidikan pilot. Kuliahnya hanya berjalan setahun di Politeknik atau Poltek. Masa kecilnya, Febby sangat gendut dan sosok anak kecil yang bikin mengenaskan. Tidak ada makanan yang dianggap tidak enak. "Dia gembrot kecilnya, makanya dipanggil-panggil Febrot. Artinya Febby gembrot disingkat Febrot," celoteh Eyang sambil menyulutkan sebatang rokok kretek.‎Di mata keluarga lainnya, Febby memang hobinya makan. Bahkan setiap warung makan di wilayah Denpasar sangat dikenalnya."Almarhum sosok apa adanya, enggak suka berlebihan. Semoga amalnya diterima Allah. Anak-anaknya juga dikaruniai jalan terang dan memiliki sifat bapaknya yang disenangi banyak orang," sahut tante Febby sambil terisak.

Rekomendasi