Jelang kedatangan jenazah Febby, warga & keluarga gelar tahlilan

Tahlilan ini digelar sejak sehari setelah pesawat Aviastar yang jatuh ditemukan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jelang kedatangan jenazah Febby, warga & keluarga gelar tahlilan
evakuasi korban aviastar. ©2015 AFP PHOTO/STR

Keluarga dan warga menggelar tahlilan untuk mendoakan Kopilot Aviastar, Yudistira Febby Ariyanto (36), korban jatuhnya pesawat Aviastar di Gang I Kompleks Perumahan Korem Nomor 10B Banjar Plasa, Jalan Majapahit Kuta. Tahlilan ini digelar sejak Sabtu (3/10) atau sehari setelah pesawat Aviastar diketahui terjatuh Febby diketahui merupakan warga di komplek ini."Kita akan doakan arwah alamarhum sampai jasadnya ditemukan dan dibawa ke Bali," kata Eyang ‎Ahrjomo Seputro, kakek Febby, Rabu (7/10).‎Ahrjomo mengungkapkan, Febby memiliki kenangan masa kecil di kompleks tersebut. Di mana korban bersama kedua orangtuanya pernah tinggal bersama sebelum pindah ke ibu kota."Di sini rumah orang tua Febby, masa kecilnya di kompleks Angkasa Pura. Sekarang sudah dibongkar karena pelebaran Bandara. Cucu kami ini tinggalnya di Jakarta sama istri dan kedua anaknya," terang eyang.Sebelum jasad cucunya ditemukan, keluarga dan warga menggelar tahlilan agar pesawat dan korban segera ditemukan. Soal kapan jasad tiba di Bali, dirinya belum mengetahui secara pasti kabar dari pihak Angkasa Pura Ngurah Rai. "Cucu kami ini terdaftar sebagai pekerja PAP Ngurah Rai. Dulunya kerja di Merpati Airline," tuturnya memastikan jenazah Febby akan dikebumikan di Kuburan Muslim I Kuta, sebelah Pabrik kata-kata Joger.

Rencananya jasad Kopilot Pesawat Aviastar, Yudhistira Febby Ariyanto, setelah tiba di Bali langsung dikebumikan setelah disalatkan di Masjid Bandara Ngurah Rai, Bali. Keluarga besar pria kelahiran 26 Februari 1976, menyebutkan bahwa ayah dua anak ini tidak lagi dibawa ke rumah duka."Kita berharap almarhum tiba siang hari. Agama kami di Islam lebih cepat dikebumikan lebih baik, jadi kami tidak lagi bawa ke rumah duka. Langsung kita kebumikan," terang Harjomo Seputro (73) eyang alamarhum Febby, Rabu (7/10) di Kuta, Bali.Sayangnya, keluarga belum tahu kapan Febby, cucunya yang sejak kecil gemar mainan pesawat ini, diterbangkan ke Bali.‎ Namun dari keputusan keluarga besar di Banyuwangi, agar jenazah langsung dikebumikan di Bali."Kita sudah siapkan tempat dan acara pemakamannya. Rencananya kita kubur di kuburan Muslim I Kuta," ungkapnya.

Rekomendasi